Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Sterling Runtuh, Bersamaan Laporan CPI Inggris

Sterling Runtuh, Bersamaan Laporan CPI Inggris

744
0

Pasangan GBP/USD turun sampai cetak posisi paling rendah pada 1.2624 dalam perdagangan hari Rabu ini 22/5. Walau tempatnya sudah bergerak naik sejengkal ke  1.2660, tapi Sterling masih condong tertekan sebab jeleknya berita politik serta ekonomi dari Inggris.

 

Poundsterling terjungkal dalam sebagian besar GBP cross pairs, termasuk juga EUR/GBP serta GBP/JPY. Pada session Eropa, Kantor Statistik Inggris menginformasikan jika Consumer Price Index CPI cuma bertambah 2.1 % YoY pada bulan April lalu, bukanlah meluncur 2.2 % sesuai dengan harapan.

 

Dalam basis bulanan, tanda inflasi customer ini cuma dapat mencatatkan kenaikan sebesar 0.6 %, meleset dari harapan 0.7 %. Gabungan data-data ini semakin menggerogoti kesempatan dinaikkannya suku bunga referensi Inggris dalam beberapa waktu ke depan.

 

Bank sentra Inggris Bank of England/BoE sudah meningkatkan suku bunga sekitar 2x semenjak bulan Novemeber 2017, serta menjelaskan dapat menaikkannya dalam beberapa kuartal akan datang bila outlook inflasi masih berkelanjutan sampai prediksi.

 

Awalnya, ketidakpastian brexit adalah rintangan hanya satu buat BoE untuk memutuskan itu. Tetapi, selipnya perkembangan inflasi bulan April mensinyalkan jika prospek kenaikan suku bunga BoE dapat bertambah minim.

 

Dari bagian politik, Poundsterling terjebak dalam trend bearish panjang karena eskalasi ketidakpuasan anggota parlemen Inggris pada PM Theresa May.

 

Dalam presentasi draft persetujuan brexit terbarunya, dia mengemukakan beberapa klausa yang menghidupkan kemarahan anggota partainya sendiri.

 

Mengakibatkan, sekarang ada pergerakan untuk gagalkan usaha May ajukan draft tersebut ke voting parlemen memasuki awal Juni akan datang.

 

Beberapa mass media Inggris diberitahu oleh narasumber orang dalam yang tidak ingin dimaksud namanya, jika May akan dipaksa untuk mundur dalam minggu ini.

 

Aktor pasar bahkan juga memandang jika makin berlarut-larutnya permasalahan ini malah dapat makin mendepresiasi Sterling.

 

Apa yang dapat dipandang paling baik dari sudut pandang sentimen pasar serta buat pound, ialah buat PM May untuk mengundurkan diri saat ini serta tidak menghabiskan waktu sepanjang dua minggu ke depan mengutak-atik draft persetujuan yang hampir tidak punyai kesempatan untuk disahkan benar-benar, kata Derek Halpenny dari MUFG.

 

Dia memberikan tambahan, Jika May selalu memburu persetujuan ini, walau sebenarnya pasar punyai banyaknya waktu untuk mempertimbangkan efek ‘No-Deal’ akhir tahun ini serta efek penentuan umum, karena itu kami lihat ruangan untuk menurunan GBP lebih jauh dari sini dalam periode pendek.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses