idnfx (07/08/2026) – Market kembali mengalami volatilitas tinggi pada penutupan sesi Jumat, 7 Agustus 2026. Pergerakan Dolar dan major pairs lainnya didominasi oleh rilis data NFP (Non-Farm Payrolls). Dimana data ketenagakerjaan Amerika Serikat yang dirlis meleset jauh dari ekspektasi pasar.
Kejutan NFP AS dan Melemahnya Dolar (DXY)
Laporan NFP bulan Juli menjadi katalis utama pergerakan pasar. Data menunjukkan penurunan tak terduga sebesar 23.000 pekerjaan, sementara tingkat pengangguran turun tipis ke angka 4,1%. Hasil yang mengecewakan ini langsung memicu kekhawatiran terkait pelemahan sektor tenaga kerja AS.
Akibatnya, spekulasi bahwa Federal Reserve akan menahan laju pengetatan kebijakan moneternya semakin menguat. Saat ini, suku bunga The Fed masih tertahan di kisaran 3,50% – 3,75%.
Indeks Dolar AS (DXY) merespons data ini dengan sangat negatif. Sempat stabil di area 99.95 sebelum rilis data, DXY langsung anjlok mendekati level terendah dua bulannya di area 99.40. Pada akhir sesi, indeks ini ditutup melemah -0.33% di level 99.60.
Analisis Kinerja Major Pairs
Pelemahan dolar AS secara otomatis memberikan ruang bernapas bagi mata uang utama lainnya. Berikut adalah rincian pergerakan DXY dan major pairs pada penutupan 7 Agustus 2026:
- EUR/USD: Pasangan mata uang ini sempat tertekan sebelum rilis berita. Namun, momentum berbalik arah secara drastis setelah rilis NFP, mendorong EUR/USD melonjak tajam menembus level resistensi minor di area 1.1570.
- GBP/USD: Sempat tertahan dalam rentang yang terbatas dan menguji level support di 1.3404 pada awal perdagangan, pergerakan Poundsterling akhirnya terangkat oleh sentimen pelemahan USD, mengakhiri sesi di kisaran 1.3450 – 1.3466.
- USD/JPY: Pasangan ini masih diselimuti volatilitas dengan rentang yang sangat lebar, berfluktuasi di antara 155.00 hingga 160.00. Pergerakan ini masih merupakan efek lanjutan dari dugaan intervensi Bank of Japan (BoJ) pada awal pekan.
Sentimen Geopolitik: Selat Hormuz dan Harga Komoditas
Di luar faktor makroekonomi AS, pasar juga mencermati sentimen safe-haven yang didorong oleh isu geopolitik. Rencana Iran untuk melarang kapal-kapal yang berafiliasi dengan AS dan Israel melintasi Selat Hormuz memicu kekhawatiran global.
Meskipun Presiden AS Donald Trump menyatakan ada kemajuan dalam negosiasi dengan Oman terkait isu tersebut, ketidakpastian jalur pelayaran tetap berhasil memicu reli pada harga minyak mentah. Di sisi lain, harga emas sebagai aset safe-haven terpantau stagnan dalam rentang sempit di kisaran US$4.246 per troy ounce.
Kesimpulan
Data NFP yang berada di bawah ekspektasi menjadi pukulan telak bagi pergerakan dolar AS, memicu reli pada pasangan mata uang utama seperti EUR/USD dan GBP/USD. Ke depan, memantau struktur pasar dan level-level kunci menjadi sangat penting, serta perkembangan kebijakan The Fed dan dinamika geopolitik yang dapat memicu lonjakan volatilitas secara tiba-tiba.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif, bukan merupakan saran investasi atau sinyal trading. Perdagangan Forex melibatkan risiko tinggi yang mungkin tidak cocok untuk semua investor. Pastikan Anda memahami risiko yang terlibat sebelum melakukan transaksi.
– idnfx







