Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Dolar Melesat, Laporan Ekonomi AS Memburuk

Dolar Melesat, Laporan Ekonomi AS Memburuk

867
0
Dolar AS Tergelincir
Petugas menata tumpukan uang dolar AS di Cash Center Bank Mandiri, Jakarta, Rabu (18/4). Bank Indonesia mencatat total utang luar negeri Indonesia per Februari 2018 berada pada posisi 356,23 miliar dolar AS atau naik 9,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yang terdiri atas utang pemerintah dan bank sentral sebesar 181,4 miliar dolar AS dan utang swasta sebesar 174,8 miliar dolar AS. ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/ama/18.

Rangkaian laporan ekonomi Amerika Serikat yang diterbitkan malam hari ini 23/5 tidak berhasil penuhi harapan pasar. Meskipun begitu, indeks Dolar AS DXY masih kuat diatas ujung 98.10, ke arah posisi tertingginya dalam dua tahun paling akhir.

 

Dolar Australia serta Dolar New Zealand manfaatkan kondisi untuk rebound vs Greenback, tapi EUR/USD serta GBP/USD masih lumpuh karena desakan ketegangan politik domestik di lokasi semasing.

 

Biro Sensus AS menginformasikan jika New Home Sales ambruk 6.9 % MoM pada periode April 2019, walau sebenarnya awalnya direncanakan cuma akan alami penurunan 2.8 % saja.

 

Selain itu, data Purchasing Managers’ Index komposit untuk bidang layanan serta manufaktur anjlok dari 53.0 jadi 50.9 karena melambannya ekspansi usaha di ke-2 bidang.

 

Laporan klaim pengangguran mingguan AS sebagai catatan mengalami penurunan tipis dari 212k jadi 211k selama minggu lalu menangkis harapan kenaikan jadi 215k.

 

Semestinya ini jadi berita baik. Sayangnya, data Continuing Jobless Claims, atau klaim pengangguran yang berkepanjangan, malah bertambah dari 1,664k jadi 1,676k.

 

Pada umumnya, data-data ekonomi AS kesempatan ini memvisualisasikan kondisi dalam negeri yang mulai dikuasai oleh perselisihan perdagangan internasional.

 

Meskipun begitu, Dolar AS masih kuat pada posisi tinggi sebab manfaatnya jadi asset safe haven yang condong dicari oleh investor untuk menanggulangi beberapa efek guncangan bidang finansial.

 

Sekarang ini, efek paling besar buat pasar finansial global bersumber dari perselisihan dagang AS dengan China, ketidakpastian brexit, dan pemilu parlemen Uni Eropa.

 

Amerika Serikat barusan meningkatkan panjang daftar hitam yang berisi nama perusahaan-perusahaan China yang tidak bisa beli produk tehnologi AS tanpa ada ijin spesial.

 

Selain itu, Theresa May direncanakan akan mengundurkan diri di hari Jumat esok karena penampikan keras dari kabinetnya sendiri atas proposal brexit yang diusungnya.

Dari Uni Eropa, hasil pemilu parlemen yang diadakan mulai ini hari sampai hari Minggu punya potensi meneror kesatuan organisasi supranasional itu.

 

Ditengah-tengah beberapa ketidakpastian itu, Dolar AS masih jadi pilihan paling baik sebab bank sentralnya sudah mengatakan tidak mengubah kebijaksanaan moneternya sepanjang sekian waktu ke depan.

 

Kestabilan yang ditawarkan oleh Greenback membuat daya tariknya semakin tinggi buat investor serta spekulan di kawasan-kawasan beresiko semakin besar.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses