idnfx (11/08/2026) – Kekhawatiran terhadap inflasi global kembali menyelimuti pasar, dipicu oleh lonjakan tajam harga minyak menta hakibat dari eskalasi geopolitik di selat Hormuz. Namun di sisi lain, momentum tersebut tertahan oleh kehati-hatian investor yang bersikap wait and see menjelang rilis data Inflasi (CPI) Amerika Serikat.
Sentimen Penggerak Utama Pasar
Katalis fundamental terkuat pada sesi perdagangan ini adalah melonjaknya harga minyak mentah global. Minyak WTI menyentuh level 83.50 USD dan Brent berada di kisaran 87.75 USD per barel. Kenaikan ini terjadi akibat memudarnya harapan pembukaan kembali Selat Hormuz serta terhentinya rencana perdamaian antara AS dan Iran.
Pergerakan Major Pairs
1. EUR/USD (1.1530 – 1.1540)
Pasangan mata uang ini tertahan di zona merah. Mandeknya negosiasi AS-Iran dan tekanan dari tingginya harga minyak memicu pergeseran arus modal yang memberikan sentimen negatif terhadap Euro. Selain itu, EUR/GBP juga ikut tertekan ke posisi terendah dua mingguan di bawah level 0.8550.
2. USD/JPY (159.25)
Yen Jepang kembali tertekan dan melemah sekitar 1% terhadap Dolar AS. Pelemahan ini menghapus sebagian besar penguatan yang sempat terjadi pasca-intervensi sebelumnya, meskipun terdapat sinyal terbaru dari Bank of Japan (BoJ) mengenai potensi kenaikan suku bunga pada bulan September mendatang.
3. AUD/USD (0.7050)
Dolar Australia mendapat dorongan pembeli (bids) yang cukup terbatas. Hal ini terjadi setelah Reserve Bank of Australia (RBA) memutuskan untuk menahan suku bunga utamanya (OCR) di level 4.35%, menunjukkan sikap hawkish hold di tengah ketidakpastian pasar.
4. USD/CAD (1.3935)
Loonie (Dolar Kanada) menjadi salah satu mata uang yang paling diuntungkan pada sesi ini. USD/CAD bertahan di dekat level tertinggi dua bulannya, mendapatkan dukungan masif dan langsung dari reli harga minyak mentah global yang menguntungkan ekspor energi Kanada.
Kesimpulan
Terlihat jelas bahwa komoditas energi menjadi diktator utama tren intraday. Sementara itu, para pelaku pasar ritel maupun institusional sedang menahan diri dan mengatur posisi guna mengantisipasi seberapa besar kejutan yang akan dibawa oleh laporan CPI AS.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif, bukan merupakan saran investasi atau sinyal trading. Perdagangan Forex melibatkan risiko tinggi yang mungkin tidak cocok untuk semua investor. Pastikan Anda memahami risiko yang terlibat sebelum melakukan transaksi.
– idnfx







