Market Structure
idnfx (10/08/2026) – Memasuki pekan pertama hingga kedua bulan ini, market mencatatkan volatilitas yang cukup ekstrem terutama setelah adanya gejolak fundamental dari bank sentral, yang menyebabkan terjadinya pergeseran market structure dalam jangka pendek.
Berikut adalah ulasan teknikal dan fundamental ringkas mengenai arah pergerakan mata uang utama selama sepekan terakhir.
Gejolak Indeks Dolar AS (DXY) di Area Demand
Setelah mencetak level tertinggi pada bulan Juli, Indeks Dolar AS (DXY) mengalami gap down yang cukup tajam pada sesi Asia tanggal 3 Agustus 2026. DXY menyentuh level terendah intraday di angka 99.288, menandai kinerja mingguan terburuknya dalam tiga kuartal terakhir.
Meski demikian, struktur bullish secara makro masih terjaga. Sepanjang minggu, pergerakan harga tertahan dan menguji zona demand (support krusial) di area 99.30. Level ini bertepatan dengan Fibonacci retracement 38,2% dari tren naik sepanjang tahun 2026. Menjelang 10 Agustus, DXY menunjukkan pemulihan terbatas pada kisaran 99.71.
Tinjauan Major Pairs: EUR/USD, USD/JPY, dan GBP/USD
Dinamika pada DXY secara langsung memicu reaksi pada pasangan mata uang utama, yang banyak dipengaruhi oleh likuidasi posisi long USD secara masif.
- EUR/USD (Menyapu Likuiditas Atas): Euro berhasil mempertahankan momentum di tengah fluktuasi dolar. Dibuka pada level 1.1506 (3 Agustus), EUR/USD bergerak naik untuk mengambil likuiditas di atasnya, menyentuh level tertinggi 1.1559 pada 7 Agustus, sebelum akhirnya bergerak stabil di kisaran 1.1546 pada akhir periode.
- USD/JPY (Rebound dari Zona Institusional): Yen menjadi sorotan utama akibat intervensi Bank of Japan (BOJ) yang memicu aksi jual dolar. Posisi short Yen oleh para spekulan anjlok hingga 72%. Meskipun tertekan hebat, USD/JPY berhasil merespons zona demand institusional dan mencatatkan bullish rebound dari level psikologis 155.00.
- GBP/USD (Menunggu Setup Baru): Pergerakan Poundsterling sangat berkorelasi dengan pelemahan awal Dolar AS. Saat ini, pergerakan harga berfokus pada keseimbangan di area premium dan discount, di mana pelaku pasar mengantisipasi rilis data makroekonomi terbaru untuk menentukan setup perdagangan selanjutnya.
Sentimen Fundamental Penggerak Pasar
Terdapat dua katalis makroekonomi utama yang membentuk zona harga baru dan memicu gejolak pasar pada awal Agustus 2026:
- Likuidasi Posisi Akibat Intervensi Bank Sentral: Intervensi BOJ dan The Fed pada akhir Juli dan awal Agustus memicu penyesuaian posisi spekulatif (Commitments of Traders) secara brutal. Terjadi penutupan posisi long pada Dolar AS senilai $13 miliar. Angka ini merupakan rekor likuidasi terbesar dalam enam tahun terakhir.
- Bayang-Bayang Inflasi Energi: Ketegangan geopolitik yang stabil di Timur Tengah menjaga harga minyak tetap tinggi. Kekhawatiran akan kembalinya inflasi struktural membuat pasar berekspektasi bahwa The Fed akan mempertahankan narasi hawkish-nya. Faktor inilah yang bertindak sebagai “lantai” (floor) bagi DXY, mencegah harga tembus ke bawah level struktur 99.00.
Kesimpulan
Pergerakan DXY dan major pairs pada awal Agustus 2026 didominasi oleh koreksi teknikal tajam yang merespons sentimen fundamental. Dengan DXY yang masih bertahan di zona demand 99.30, para trader harus tetap waspada terhadap pergeseran struktur harga lebih lanjut serta rilis data ekonomi yang dapat memicu volatilitas lanjutan.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif, bukan merupakan saran investasi atau sinyal trading. Perdagangan Forex melibatkan risiko tinggi yang mungkin tidak cocok untuk semua investor. Pastikan Anda memahami risiko yang terlibat sebelum melakukan transaksi.
– idnfx







