idnfx (24/09/2026) – Penguatan Dolar mendominasi market hari ini. Tersulut oleh komentar hawkish dari pejabat bank sentral AS (The Fed) yang membuka peluang bertahannya suku bunga tinggi, USD bergerak ibarat magnet raksasa yang menyedot aliran modal global.
Dampaknya sangat terasa di pasar. Aset safe haven seperti emas dan pasangan mata uang utama (major pairs) saat ini harus rela berada di bawah tekanan jual. Berikut adalah rincian pergerakan fundamental dan teknikalnya.
XAU/USD (Emas): Berjuang Menahan Tekanan Jual
Emas dikenal sangat sensitif terhadap perubahan suku bunga. Karena emas tidak memberikan imbal hasil berkala layaknya instrumen deposito atau obligasi, tingginya suku bunga AS membuat logam mulia ini kalah pamor di mata investor institusional.
Secara teknikal, XAU/USD saat ini terjebak dalam fase konsolidasi dan berupaya keras menahan tren turun. Harga diperkirakan akan bergerak terbatas di rentang $4.313 hingga $4.376. Jika kekuatan jual terus mendominasi, batas psikologis di $4.300 akan menjadi benteng support krusial yang menentukan apakah emas akan jatuh lebih dalam.
EUR/USD: Sempat Tertahan Data PMI Positif
Bergeser ke major pairs, pasangan EUR/USD terlihat tertekan di bawah level 1.1380 akibat dominasi Dolar. Meski begitu, Euro masih memiliki pijakan berkat rilis data PMI Komposit Zona Euro bulan September yang secara tak terduga berekspansi ke level 53,1. Peringatan dari Bank Sentral Eropa (ECB) mengenai inflasi yang masih di atas 3% juga memberi sinyal bahwa pelonggaran kebijakan belum akan terjadi dalam waktu dekat.
Pada grafik H4, struktur downtrend masih cukup solid. EUR/USD diproyeksikan bergerak mencari pijakan di area support 1.1321 – 1.1353. Perlu dicatat, jika harga mencoba naik, area 1.1433 – 1.1450 akan menjadi resistance yang tangguh. Kenaikan ke level tersebut kemungkinan besar hanya berupa pullback sebelum harga kembali turun.
Analisa GBP/USD: Poundsterling Sentuh Rekor Terendah
Poundsterling bernasib serupa, merosot tajam menyentuh level terendah dua bulannya. Keputusan Bank of England (BoE) pekan lalu yang menahan suku bunga di angka 3,75% dinilai kurang agresif oleh pelaku pasar, sehingga menempatkan fundamental GBP dalam posisi rentan terhadap USD.
Tekanan jual pada GBP/USD terus berlangsung secara beruntun. Rentang pergerakan hari ini diperkirakan berada di kisaran 1.3163 hingga 1.3307, dengan target support terdekat di 1.3295 dan 1.3231. Setiap pantulan naik yang mendekati area 1.3340 dapat dilihat sebagai pengujian teknikal biasa (retest), menegaskan bahwa para seller masih memegang kendali.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, pergerakan market hari ini menunjukkan keunggulan mutlak Dolar AS. Katalis pada sesi mendatang akan sangat bergantung pada rilis data ekonomi tambahan dari AS dan potensi komentar lanjutan dari pejabat The Fed. Pastikan untuk selalu menggunakan manajemen risiko yang ketat sebelum menempatkan posisi trading Anda.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif, bukan merupakan saran investasi atau sinyal trading. Perdagangan Forex melibatkan risiko tinggi yang mungkin tidak cocok untuk semua investor. Pastikan Anda memahami risiko yang terlibat sebelum melakukan transaksi.
– idnfx







