idnfx (14/09/2026) – Market pada hari ini didominasi oleh pergerakan agresif Yen Jepang (JPY) dan menguatnya Dolar AS (USD) terhadap mata uang Asia. Memasuki sesi New York, para trader dan investor memfokuskan perhatian pada pergeseran kebijakan moneter di Asia, memanasnya geopolitik Timur Tengah, serta ketahanan aset safe-haven.
Yen Jepang (JPY) Catat Sentimen Bullish Terkuat Sejak Februari
Perubahan arah yang signifikan terjadi pada Yen Jepang. Setelah sempat terpuruk ke level terendah dalam empat dekade terakhir (163,99 per dolar AS pada bulan Juli), posisi para spekulan kini resmi beralih ke net long (beli) untuk pertama kalinya sejak Februari.
Faktor utama pendorong reli ini adalah menguatnya ekspektasi pasar terhadap Bank of Japan (BOJ). BOJ diproyeksikan akan segera mempercepat pengetatan kebijakan moneternya melalui kenaikan suku bunga. Dampaknya, pada awal sesi perdagangan, pasangan USD/JPY mengalami pembalikan arah teknikal (technical reversal) dan melaju kuat menguji level 154.00.
Dolar AS (USD) Tekan Mata Uang Asia Akibat Krisis Timur Tengah
Ketegangan militer yang terus meningkat di Timur Tengah yang melibatkan AS, Iran, dan proksi regional, telah memicu kekhawatiran serius terhadap rantai pasokan minyak global. Harga minyak mentah Brent sempat menembus angka psikologis $100 per barel.
Lonjakan harga energi ini memberikan pukulan telak bagi negara-negara pengimpor minyak di Asia, sehingga Dolar AS mendapatkan momentum kuat. Rupee India (INR) menjadi salah satu yang paling terdampak, tergelincir menembus level 95,11 per Dolar AS. Kondisi ini memaksa Bank Sentral India (RBI) melakukan intervensi langsung dengan menjual Dolar untuk menstabilkan nilai tukar lokal.
Perak (XAG) Bertahan Tangguh Menghadapi Inflasi AS
Meskipun indeks Dolar AS menguat dan laporan inflasi inti AS menunjukkan angka yang memanas, komoditas logam mulia menunjukkan ketahanan (resilience) yang luar biasa. Harga Perak (XAG) terpantau stabil bergerak di atas $63 per troy ons. Logam mulia ini tampaknya menahan tekanan dari penyesuaian suku bunga imbal hasil riil (hawkish repricing) yang didorong oleh kenaikan harga minyak dunia.
India Cetak Rekor Cadangan Devisa, Geser Posisi Rusia
Dari sisi fundamental makroekonomi, India baru saja mencatatkan sejarah baru. Cadangan devisa India melonjak tajam sebesar $45 miliar dalam sepekan, membawa total cadangannya ke rekor tertinggi $785,71 miliar.
Pencapaian ini membuat India resmi menyalip Rusia, menjadikannya negara dengan cadangan devisa terbesar keempat di dunia di bawah Tiongkok, Jepang, dan Swiss. Amunisi cadangan yang masif ini menjadi penyangga krusial bagi RBI dalam menahan gempuran fluktuasi mata uang di tengah ketidakpastian global saat ini.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif, bukan merupakan saran investasi atau sinyal trading. Perdagangan Forex melibatkan risiko tinggi yang mungkin tidak cocok untuk semua investor. Pastikan Anda memahami risiko yang terlibat sebelum melakukan transaksi.
– idnfx







