Dolar AS Tertekan, EUR/USD dan GBP/USD Menguat
idnfx (13/09/2026) – Pelemahan USD membuka peluang penguatan bagi pasangan mata uang seperti EUR/USD dan GBP/USD. Namun, pergerakan harga tetap dipengaruhi kondisi ekonomi masing-masing kawasan dan ekspektasi kebijakan bank sentral.
Berdasarkan laporan Reuters dan rekap pasar BabyPips, indeks dolar AS (DXY) turun sekitar 0,35% ke area 102,2 pada hari ini. Pelemahan ini terjadi setelah dolar sebelumnya menguat di tengah meningkatnya risiko geopolitik dan kekhawatiran inflasi.
Presiden Federal Reserve Bank of New York, John Williams, menyampaikan bahwa satu kenaikan suku bunga tambahan pada 2026 masih mungkin diperlukan, tetapi kenaikan lebih lanjut pada 2027 tidak diperkirakan perlu dilakukan. Pernyataan tersebut, bersama penurunan imbal hasil Treasury, ikut menekan dolar.
Data Ekonomi Inggris, Jepang, Australia, dan Jerman Jadi Sorotan
Sejumlah rilis ekonomi turut memengaruhi sentimen forex hari ini. Penjualan ritel Inggris versi BRC naik 1,0% secara tahunan, melampaui perkiraan 0,8%.
Di Jepang, indeks harga produsen (PPI) naik 6,8% secara tahunan, lebih rendah daripada perkiraan 7,7%. Sementara itu, kepercayaan bisnis Australia turun menjadi -13 dari -8 pada periode sebelumnya. Kondisi tersebut menjadi tantangan bagi dolar Australia (AUD), meskipun notulen Reserve Bank of Australia tetap menunjukkan kekhawatiran terhadap tekanan inflasi.
Di Jerman, inflasi tahunan tercatat 3,3%, meningkat dari 2,9% sebelumnya dan sesuai perkiraan pasar. Data ini menjadi salah satu faktor yang diperhatikan pelaku pasar dalam menilai prospek euro (EUR).
Pasar Menanti Data CPI Amerika Serikat
Perhatian berikutnya tertuju pada data CPI AS untuk September 2026 yang dijadwalkan rilis besok. Data tersebut berpotensi memengaruhi ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga The Fed.
Jika inflasi lebih tinggi daripada perkiraan, dolar berpeluang memperoleh dukungan karena pasar dapat memperhitungkan kebijakan moneter yang lebih ketat. Sebaliknya, angka inflasi yang lebih rendah dapat menambah tekanan terhadap USD dan mendukung sejumlah mata uang utama lainnya.
Meski demikian, reaksi pasar tidak hanya ditentukan oleh angka inflasi utama, tetapi juga oleh inflasi inti, imbal hasil obligasi AS, dan pernyataan pejabat The Fed.
Kesimpulan
Dolar AS melemah sekitar 0,35% ketika imbal hasil Treasury turun dan pasar mengevaluasi kembali prospek suku bunga. EUR/USD dan GBP/USD berpotensi mendapat dukungan dari pelemahan dolar, sedangkan USD/JPY tetap sensitif terhadap perbedaan kebijakan The Fed dan Bank of Japan.
Pelaku pasar perlu mencermati rilis CPI AS pada 14 Oktober 2026 sebelum mengambil keputusan trading. Arah pergerakan selanjutnya akan bergantung pada hasil data inflasi, ekspektasi suku bunga, serta perkembangan sentimen global.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif, bukan merupakan saran investasi atau sinyal trading. Perdagangan Forex melibatkan risiko tinggi yang mungkin tidak cocok untuk semua investor. Pastikan Anda memahami risiko yang terlibat sebelum melakukan transaksi.
– idnfx







