idnfx (12/10/2026) – Dolar AS menguat ke level tertinggi 18 bulan, USD/JPY naik, sementara EUR/USD tertekan oleh risiko geopolitik dan inflasi. Hari ini penguatan dolar AS (USD) mendominasi di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah dan penantian investor terhadap data inflasi Amerika Serikat. Kondisi ini menekan sejumlah mata uang utama, termasuk euro (EUR) dan pound sterling (GBP).
Dolar AS Menguat di Tengah Ketegangan Geopolitik
Indeks dolar AS (DXY) naik 0,37% ke 102,58, level tertinggi sejak April 2025. Menurut laporan Reuters, meningkatnya permintaan aset aman setelah serangan terhadap infrastruktur energi di Timur Tengah menjadi salah satu faktor yang mendukung penguatan dolar.
Harga minyak Brent juga naik 2,3% ke US$107,17 per barel dalam laporan pasar tersebut. Kenaikan harga energi turut meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi dan prospek kebijakan moneter Federal Reserve (The Fed).
USD/JPY Naik, EUR/USD Melemah
Pasangan USD/JPY naik sekitar 0,2% ke 158,66, mencerminkan penguatan dolar terhadap yen Jepang. Investor tetap mencermati prospek suku bunga AS dan risiko intervensi otoritas Jepang apabila pelemahan yen berlanjut.
Sementara itu, EUR/USD turun sekitar 0,4% ke 1,1156. Euro menghadapi tekanan dari kekhawatiran terhadap kondisi fiskal Prancis dan ketidakpastian di kawasan Eropa.
Pada pasangan GBP/USD, laporan Reuters mencatat pound melemah sekitar 0,2% ke US$1,3203 pada salah satu pengamatan pasar. Pelaku pasar juga menantikan pernyataan pejabat Bank of England (BoE) untuk memperoleh petunjuk mengenai arah kebijakan suku bunga Inggris.
Kebijakan The Fed dan Data Inflasi Menjadi Fokus
Presiden Federal Reserve Bank of Cleveland, Beth Hammack, menyampaikan bahwa kebijakan moneter perlu bergerak menuju posisi yang lebih ketat secara relatif cepat untuk mengendalikan tekanan inflasi yang semakin luas.
Pernyataan tersebut memperkuat perhatian pasar terhadap prospek suku bunga AS. Investor juga menantikan rilis indeks harga konsumen (CPI) AS untuk September yang dijadwalkan pada pekan tersebut.
Data inflasi yang lebih tinggi dari perkiraan berpotensi memperkuat dolar apabila meningkatkan ekspektasi suku bunga AS. Sebaliknya, inflasi yang lebih rendah dapat mengurangi dukungan bagi dolar. Reaksi aktual tetap bergantung pada data yang dirilis dan ekspektasi pasar sebelumnya.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, dolar AS mendominasi di tengah ketidakpastian geopolitik, kenaikan harga energi, dan perhatian terhadap prospek inflasi. USD/JPY menguat, sedangkan EUR/USD dan GBP/USD mengalami tekanan terhadap dolar. Selanjutnya, trader perlu memantau data CPI AS, pernyataan bank sentral, dan perkembangan geopolitik untuk menilai arah pasar.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif, bukan merupakan saran investasi atau sinyal trading. Perdagangan Forex melibatkan risiko tinggi yang mungkin tidak cocok untuk semua investor. Pastikan Anda memahami risiko yang terlibat sebelum melakukan transaksi.
– idnfx







