Beranda Berita Dolar AS Melemah Meski Inflasi Panas, Rupiah Tertekan ke Rp17.938

Dolar AS Melemah Meski Inflasi Panas, Rupiah Tertekan ke Rp17.938

2
0
Dolar, Rupiah

idnfx (15/10/2026) – Market menutup perdagangan hari ini dengan dinamika yang berlawanan arah. Dolar Amerika Serikat (AS) justru melemah terhadap mata uang utama dunia meskipun data inflasi Negeri Paman Sam datang lebih panas dari perkiraan. Di sisi lain, rupiah tetap tertekan dan ditutup melemah ke level Rp17.938 per dolar AS.

Inflasi AS Panas, Ekspektasi Suku Bunga Berubah

Data Indeks Harga Konsumen (CPI) AS untuk September 2026 menjadi pemicu awal pergerakan. Inflasi umum tercatat naik 0,6% secara bulanan dan 3,7% secara tahunan, lebih tinggi dari konsensus pasar . Inflasi inti juga meningkat menjadi 2,6% year-on-year.

Angka ini sempat mendorong dolar AS menguat ke level tertinggi dalam 18 bulan terakhir. Pasar awalnya memperbesar peluang kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober mendatang. Namun, momentum tersebut tidak bertahan lama.

Sejumlah pejabat The Fed memberikan pernyataan yang lebih hati-hati, menilai bank sentral masih dapat menunggu data tambahan sebelum mengambil keputusan . Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun pun turun tajam ke kisaran 5,09%–5,13%, level terendah dalam tiga minggu . Penurunan imbal hasil ini mengurangi daya tarik aset berdenominasi dolar dan membalikkan arah pergerakan greenback.

Euro dan Poundsterling Rebound

Pelemahan dolar AS memberikan ruang bagi mata uang utama Eropa untuk bangkit. EUR/USD menguat ke sekitar 1,1212–1,1216, setelah sebelumnya sempat menyentuh level terendah 17 bulan di kisaran 1,1113 . Penguatan euro juga didukung pernyataan Presiden ECB Christine Lagarde yang menegaskan tidak akan mengintervensi pasar obligasi Prancis secara darurat.

Sementara itu, GBP/USD naik ke 1,3272–1,3275, terbantu oleh data pertumbuhan ekonomi Inggris (GDP) Agustus yang tumbuh 0,1% month-on-month, melampaui ekspektasi pasar yang memperkirakan kontraksi 0,1% . Meskipun demikian, pasar masih mencermati prospek kenaikan suku bunga Bank of England pada November.

Rupiah Tetap Tertekan

Berbeda dengan mata uang utama, rupiah tidak mampu memanfaatkan pelemahan dolar AS. Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup melemah 35 poin atau 0,20% ke level Rp17.938 per dolar AS . Kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia juga tercatat melemah ke Rp17.948.

Kepala Departemen Pengelolaan Moneter dan Aset Sekuritas BI, Erwin G. Hutapea, mengungkapkan bahwa tekanan terhadap rupiah dipengaruhi faktor eksternal, terutama ekspektasi kebijakan The Fed dan ketidakpastian konflik di Timur Tengah yang menjaga harga minyak tetap tinggi. Meski demikian, BI menegaskan terus hadir di pasar melalui intervensi NDF, spot, dan DNDF untuk menjaga stabilitas nilai tukar.

Mata Uang Asia Lainnya: Won dan Peso Filipina Tertekan

Tekanan terhadap mata uang emerging market Asia masih terasa. Won Korea Selatan melemah lebih dari 1% ke 1.352,84 per dolar AS, level terendah dua minggu, seiring anjloknya indeks Kospi yang memicu penghentian perdagangan sementara. Saham Samsung Electronics dan SK Hynix masing-masing turun sekitar 10% dan 12%.

Peso Filipina bahkan merosot ke rekor terendah 63,09 per dolar AS, tertekan kenaikan harga minyak, risiko El Niño, inflasi tinggi, dan defisit transaksi berjalan. Goldman Sachs memperkirakan bank sentral Filipina akan menaikkan suku bunga dua kali lagi .

Kesimpulan

Pasar selanjutnya akan mencermati data Producer Price Index (PPI) dan penjualan ritel AS yang dirilis pada sesi Amerika, serta pernyataan Ketua The Fed Kevin Warsh dalam pertemuan IMF-World Bank di Bangkok . Data-data ini akan menjadi petunjuk penting menjelang rapat kebijakan The Fed pada 27–28 Oktober 2026.

Kombinasi antara inflasi AS yang masih tinggi dan pelemahan dolar yang didorong faktor teknikal pasar obligasi menciptakan volatilitas yang perlu dicermati. Rupiah diperkirakan masih akan bergerak dalam kisaran Rp17.850–Rp18.000 per dolar AS dalam jangka pendek .


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif, bukan merupakan saran investasi atau sinyal trading. Perdagangan Forex melibatkan risiko tinggi yang mungkin tidak cocok untuk semua investor. Pastikan Anda memahami risiko yang terlibat sebelum melakukan transaksi.

– idnfx

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses