Bukan trader namanya kalaupun belum sempat terkena perangkap market. Dari mulai trader pemula sampai profesional juga, mereka semua tentu pernah mencicip pahitnya tidak untung dikarenakan gerakan pasar tidak tersangka, misalnya waktu ada tanda Sell dari alur candlestick bearish, tetapi harga justru beralih arah naik.
Perangkap market barusan pada umumnya dikatakan sebagai Trading Trap. Dengan cara khusus, artikel ini akan mengulas bagaimana mengidentifikasi serta menangani perangkap trading bearish Trap yang sering ada waktu market tampilkan kesempatan jual Sell.
Apa Pemicu Timbulnya Trading Bear Trap?
Gerakan harga sebetulnya adalah cerminan dari pergantian kesetimbangan pada penawaran serta keinginan Suplai and Permintaan. Lumrah bila harga berkesan bergerak dengan cara acak, karena sebenarnya, keseimbangan itu tetap berubah-ubah dari sekian waktu.
Masalahnya, menjadi trader Anda dituntut agar bisa membaca arah gerakan harga, agar keuntungan bisa dibukukan dengan teratur ke kolam ekuitas Anda. Supaya bisa meramalkan arah harga, trader biasanya mempercayakan tanda trading.
Tanda trading merupakan dari hasil analisis teknikal. Pada analisis itu, trader akan memakai bermacam tools maupun tanda untuk menghadapi proyeksi arah harga ke depan. Salah satunya merupakan pola-pola candlestick Bearish yang sering jadi andalan trader untuk mendapatkan tanda Sell.
Nah, usut mempunyai usut, nyatanya tanda trading juga mempunyai kekurangan, yakni ada peluang perkiraan arah harga akan meleset. Bahkan juga candlestick dengan tingkat ketepatan yang diklaim tinggi juga sebenarnya tidak bisa jamin ketepatan tanda seratus %.
Alur candlestick bearish
Contohnya pada gambar diatas, salah satunya alur candlestick Bearish berakurasi tinggi, yakni Evening Star sudah tercipta pada chart EUR/USD Daily.
Semestinya, alur candlestick itu akan dibarengi oleh penurunan harga kelanjutan. Kontras dengan teori, kenyataannya harga justru berkonsolidasi membuat alur candle Tweezer, lalu bergerak naik kembali.
Perangkap trading Bear Trap berlangsung untuk kali ke-2 saat alur candlestick Bearish Three Inside Down tercipta. Alih-alih lanjut alami penurunan, alur candle Tweezer kembali ada menjadi tanda-tanda kesangsian pasar.
Bahkan juga harga sudah sempat naik-turun naik sesaat, lalu turun sampai tembus Dukungan. Kalaupun tidak hati-hati, Anda akan terjerat untuk kali ke-3 bila tergesa-gesa buka tempat jual waktu Breakout berlangsung. Hal seperti ini karena harga nyatanya masih tetap dapat bangkit kembali.
Tiga perangkap trading Bear Trap diatas dapat menerpa Anda dengan cara beruntun! Wah, bukan main kerugiannya! Teori tidak selamanya berjalan sesuai dengan praktik riil, begitu halnya ketepatan tanda trading dari semasing alur candlestick Bearish.
Akan tetapi, bukan bermakna pola-pola itu tidak bermanfaat maupun mesti dijauhi. Malah, Anda pantas memperhitungkan metode-metode untuk menyaring validitas tanda trading, dan kurangi resiko tiap-tiap pembukaan tempat.
Trading itu kalaupun dianalogikan, dapat disamakan dengan mengendarai kendaraan. Setiap saat berkendara tentunya ada kemampuan resiko mengintai.
Kalaupun Anda ingin aman, turutilah rambu-rambu jalan raya. Janganlah karena asal ingin cepat saja, Anda justru ambil resiko sangat besar.







