Brexit memang tengah berlangsung dengan keinginan besar rakyat Inggris serta ketentuan meninggalkan Uni Eropa tidak ada perjanjian perdagangan baru, yang akan menghasilkan kenaikan tajam untuk harga makanan serta barang keperluan yang lain, hingga tingkatkan biaya hidup perharinya dan memukul keluarga berpendapatan rendah sekalian golongan tani Inggris.
Switching Lanes, satu judul laporan yang membahas bagaimana tingkat hidup masyarakat Inggris dalam hadapi Brexit jadi hasil laporan survey dan pemrosesan data dan gambaran dari ekonomi yang dikerjakan Resolution Foundation bekerja sama juga dengan universitas Sussex Inggris, paling tidak juga akan ada penambahan 2 x lipat cost hidup warga miskin Inggris saat Inggris tidak memiliki perjanjian perdagangan baru yang ada di Eropa.
Berarti kalau Inggris mesti mematuhi semua ketentuan yang terdaftar dalam Organisasi Perdagangan Internasional/WTO, bahkan saat ini semakin memperberat langkah Inggris untuk menghindari import barang yang juga akan mengakibatkan kerusakan keadaan aktivitas manufaktur serta pertanian Inggris.
Dari hasil laporan itu juga bisa siartikan kalau kebijakan pemerintah beberapa waktu terakhir, terutama Departemen Perdagangan Inggris yang menyingkirkan tarif bea masuk barang menuju Inggris, akan membuat barang product lokal semakin tidak laris dan biaya beli akan mengalami penambahan.
Banyak pihak mengkritik kebijakan itu dikarenakan kesannya kurang membuat perlindungan kebijakan produksi dalam negerinya hingga lapangan kerja dan gaji semakin tertekan serta menyebabkan akibat inflasi baru yang lebih tinggi. Kelak sore yang memang ada launching data inflasi pemerintah, namun Resolution Foundation serta Kampus Sussex menyebutkan dalam perubahan 5 tahun ke depan nantinya, rata-rata arus dari inflaai Inggris juga akan diatas angka 3%.
Laporan ini di buat sebentar sesudah PM Theresa May yang menghadiri pertemuan perbincangan Brexit di Brussel awal minggu ini. Selama ini masyarakat petani juga terasa pesimis dengan masa depannya, disebabkan hantaman import di Inggris semakin menjalar bersamaan pelemahan nilai mata uangnya hingga mereka juga menginginkan janji pemerintah dengan Brexit yang tuturnya buat Inggris lebih mandiri serta semakin maju.
Inggris tidak ada perjanjian perdagangan baru jadi juga akan hasilkan penambahan 8% untuk product susu, lebih dari 6% untuk product daging serta sekitaran 5, 5% untuk bidang otomotif. Sekitaran 20% masyarakat miskin juga akan terserang akibat kenaikan untuk hidup sekitaran 1, 1% bila Brexit usai dibicarakan, atau sama dengan kenaikan jadi rata-rata £260 /harinya dari £110 sbebelumnya.
Keadaan ini semakin buat langkah bank sentral hadapi dilema yang berat, dimana satu bagian inflasi begitu tinggi, tetapi di bagian yang lain situasi gaji sangat susah untuk tumbuh.







