Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental AUD Naik Memasuki Session Asia

AUD Naik Memasuki Session Asia

686
0

Dolar Australia sudah sempat melonjak hampir 1 % sampai sampai posisi paling tinggi harian dekat ujung 0.7200 pada Dolar AS pada session Asia  hari 18/4, berkenaan dengan publikasi data ketenagakerjaan yang sangat impresif.

 

Tetapi, lonjakan itu cuma berjalan sesaat. Waktu berita ditulis mendekati pembukaan session Eropa, pasangan mata uang AUD/USD sudah melandai kembali pada posisi 0.7180.

 

Australian Bureau of Statistics memberikan laporan jika perekonomian sukses membuat 25.7 k pekerjaan baru dalam bulan Maret 2019.

 

Angka itu lima kali lipat semakin besar daripada perolehan 4.6k pada periode Februari, dan jauh melebihi harapan yang dibanderol pada 12.0 k. Diluar itu, walau tingkat pengangguran bertambah dari 4.9 % jadi 5.0 %, tapi penambahan itu diiringin dengan kenaikan tingkat keterlibatan angkatan kerja.

 

Laporan  bisa saja memengaruhi pemungutan ketetapan bank sentra Australia Reserve Bank of Australia/RBA. Dalam rapat kebijaksanaan terakhir kalinya, beberapa petinggi RBA mengutarakan jika mereka tidak memandang pergantian suku bunga dalam periode pendek tidak diperlukan.

 

Sambil memberikan indikasi jika kesempatan kenaikan ataupun penurunan suku bunga di waktu depan sama besarnya. Dengan begitu, menyusutnya desakan di bidang ketenagakerjaan bisa kurangi urgensi pemangkasan suku bunga oleh RBA.

 

Lepas dari itu, Dmitri Zabelin mencatat, Naiknya Aussie susah dipertahankan sesudah launching data ketenagakerjaan. AUD/USD pun bereaksi lebih antusiasi menyikapi kabar buruk -seperti data CPI New Zealand terbaru- dibanding kabar baik.

 

Ke depan, mata uang yang terkait erat dengan sentimen pasar  selalu ikuti perekonomian global dengan penilaian spesial pada jalinan dagang pada Amerika Serikat serta China.

 

Seperti didapati, di hari Rabu, Tubuh Statistik New Zealand memberikan laporan jika laju inflasi tahunan lengser dari 1.9 % jadi 1.5 % Year-on-Year dalam kuartal I/2019.

 

Laporan itu sudah sempat menyebabkan NZD/USD anjlok mencolok, sekaligus juga berimbas terhadap tingginya volatilitas mata uang negara tetangga, walau lalu teredam oleh berita positif berkaitan pemulihan ekonomi China.

 

Menjadi negara pengekspor komoditi yang terkait erat dengan negeri Gorden Bambu, outlook perekonomian Australia serta New Zealand sangat dikuasai oleh berita itu.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses