Dalam perdagangan pasar uang Asia Pasifik memasuki jeda siang hari Jumat pada akhir pekan ini, Biasanya situasi dolar AS memiliki peluang untuk menekannya kembali pada mata uang utama di Asia Pasifik, tentunya yang paling penting dolar Australia serta yen pada saat mendekati data NFP kembali membuat sejumlah investor harus galau berat.
Sementara pasar keuangan China dan dolar AS pada greenback memberi tekanan sebentar namun mampu membuat mata uang utama Asia seperti yen serta dolar Australia harus menurun. USDJPY untuk sementara berada di 112,99 yang mana pada sesi penutupan perdagangan sebelumya berada di 112,75.
Untuk mata uang Australia, AUDUSD untuk sementara berada di 0,7750 dibandingkan dengan sesi penutupan perdagangan yang sebelumnya berada di 0,7793. Untuk mata uang China, yuan/USDCNY untuk sementara bergerak di 6,6547 sesudah pagi tadi dalam sesi penutupan berada di 6,6546.
Pagi tadi, muncul sederetan laporan ekonomi dari Australia serta Jepang yang mewakili laju dari perkembangan ekonominya atau PDB. Data indeks dari aktifitas konstruksi nasional di Australia saat ini mengalami penurunan dari pada bulan yang sebelumnya hingga memberikan indikasi daya dorong pembangunan yang ada di Australia sedang meredup serta bisa memberikan laju perlambatan dalam perkembangan ekonomi seluttuhnya hingga kenaikan suku bunga di Australia masih berpeluang besar untuk memperlambat pergerakannya.
Dari jumlah rata-rata laporan pendapatan tunai Jepang juga sedang mengalami kenaikan, tetapi investor tidak ingin mengoleksi yen hal itu disebabkan aspek politik mendorong investor masih malas melakukan investasinya di Jepang. Sesuai yang sudah kita ketahui sebelumnya jika yen masih relatif dan menunjukkan pergerakan melemah dala bebrapa jelang mendekati pemilunya.
Selain itu Goldman Sachs dalam beberapa hari yang lalu terus berharap kepada gubernur Tokyo Yuriko Koike untuk bisa mengalahkan Shinzo Abe selaku perdana menteri yang baru supaya ada perubahan pemerintahan yang baru Jepang hingga yen mampu untuk menguat lagi.
Seperti kita ketahui pada perdagangan sebelumnya, panasnya kondisi dari Korea Utara buat Shinzo Abe yang membuat jadal dari pemilu Jepang dipercepat dalam bulan ini.







