Pasangan mata uang GBP/USD berkonsolidasi pada range 1.3840 dalam perdagangan hari Kamis ini 12/8/2021, sedang EUR/GBP kuat tipis ke range 0.8470-an.
Laporan GDP Inggris terkini memperlihatkan perkembangan yang melampaui harapan dan menyokong harapan peningkatan suku bunga, tapi tidak berhasil mengangkat nilai ganti Sterling.
UK Office for National Statistics ONS memberikan laporan jika kemajuan ekonomi Inggris capai 22.2 % Year-on-Year pada kwartal II/2021, atau semakin tinggi dibanding harapan pasar yang cuman sejumlah 22.1 %.
Pengembangan ini sesuai prediksi bank sentra Inggris Bank of England/BoE, dan memungkinkannya peningkatan suku bunga di tahun 2022.
Informasi riel-nya ialah perkembangan yang kuat secara tidak tersangka pada Juni, yang mengisyaratkan jika rekondisi jadi berlanjut dengan momen sedikit semakin kuat dibanding prediksi kami pada kwartal ke-2 , kata Ruth Gregory, ekonom senior di Capital Economics.
Stephen Gallo dari BMO Capital Markets menjelaskan jika ekonomi Inggris ada pada lajur yang pas untuk tumbuh lebih dari 6.0 % dalam tahun kalender 2021.
Menurut dia, ini memberikan dukungan diawalinya penghilangan stimulan oleh BoE pada paruh pertama tahun 2022.
Dengan mengasumsikan kwartal ke-3 cetak perkembangan yang kuat, dan tidak ada pemberlakukan limitasi ketat sepanjang bulan-bulan musim luruh dan musim dingin.
Kami tidak menyaksikan argumen kenapa peningkatan suku bunga 15 pangkalan point tidak bisa dilaksanakan, terutamanya karena BoE punyai ruangan untuk tidak memandang peningkatan 25 pangkalan point sebagai pengetatan peraturan, tutur Gallo.
Dia menambah, Dengan menimbang semua, kami anggap data GDP Juni akan memberinya dorongan utama pada pergerakan EUR/GBP menguji level 0.8400.
Factor yang lain ialah ketertarikan resiko, di mana pengurangan pasangan mata uang ini memungkinkan terjadi di lingkungan tertarik resiko baik.
Lepas dari itu, perbedaan performa ekonomi di antara Inggris dan AS tampilkan deskripsi keadaan yang kurang untung untuk Sterling.
GDP Inggris kwartal II/2021 masih 4.4 % di bawah level GDP kwartal IV/2019. Sedang ekonomi AS pada kwartal II/2021 telah 0.8 % di atas pucuk pra-pandemi.
Kurang kuatnya performa Inggris secara komparatif mayoritas karena kekurangan dalam berbelanja rumah tangga, yang sampai kwartal II/2021 masih 7.0 % di bawah levelnya pada kwartal IV/2019.
walau sudah bertambah 7.3 % secara kuartalan, kata Samuel Tombs, Kepala Ekonom Inggris di Pantheon Macroeconomics, yang memandang kenaikan berbelanja rumah tangga pada kwartal III/2021 bisa menjadi kunci untuk perbaikan perekonomian kedepan.






