Index dollar AS DXY terevisi tipis ke range 92.90-an dalam perdagangan ini hari 12/8/2021, namun tetap dalam waktu paling tinggi empat bulannya.
Aktor pasar tengah meneliti data Amerika Serikat tempo hari yang memperlihatkan pelambatan pergerakan inflasi di bulan Juli 2021.
Rumor Kenaikan Inflasi Berkurang Dollar AS Terevisi
Greenback sudah kuat secara luas semenjak tengah Juni lalu, selanjutnya 2x sentuh rekor paling tinggi multi-bulan pada tengah Juli dan perdagangan tempo hari.
Animo USD terpicu oleh harapan tapering dan peningkatan suku bunga The Fed yang bisa lebih cepat di tengah-tengah cepatnya perbaikan perekonomian -yang terlihat dari pembaruan bidang tenaga kerja dan kenaikan inflasi.
Pelambatan pergerakan inflasi Juli tumbuhkan pertanyaan kalau-kalau peningkatan inflasi tahun ini memiliki sifat temporer dan tidak memerlukan rekonsilasi peraturan moneter The Fed dalam kurun waktu dekat. Tetapi, pergerakan inflasi tahunan masih ada dekat rekor paling tinggi secara bersejarah.
Hal tersebut membuat makin kemungkinan jika inflasi akan mundur kembali lagi ke sasaran 2 % sendirinya.
Kurangi peluang The Fed perlu meningkatkan suku bunga lebih agresif dari prediksi selama ini, tutur riset mata uang Commerzbank dalam sebuah catatan yang diambil oleh Reuters, sambil menambah jika launching data inflasi produsen malam hari ini peluang memverifikasi trend itu.
Riset lain mengingati jika pengurangan dollar bisa saja cuman memiliki sifat sementara saja. Seperti diutarakan oleh riset Westpac, Pengurangan selanjutnya dalam beberapa hari kedepan untuk dollar kemungkinan terjadi, tapi tidak akan berkembang jadi suatu hal yang memiliki makna.
Westpac memprediksi kenaikan momen tapering pada kwartal ini akan menggerakkan index dollar capai dukungan pada range 91.5-92.0 dan capai rekor paling tinggi baru di atas 93.50.
Beberapa petinggi The Fed sepanjang sekian hari paling akhir sudah silih ganti sampaikan pesan hawkish yang menyaratkan informasi tapering pada bulan akhir ini atau awalnya September, selanjutnya tahapan awalnya pengurangan pembelian obligasi peluang berjalan pada kwartal ke-4.
Harapan tapering itu belum berbeda, walau pelambatan pergerakan inflasi AS pada Juli 2021 sudah menurunkan keinginan pasar untuk peningkatan suku bunga The Fed yang bisa lebih cepat serta lebih agresif.






