Pasangan mata uang AUD/USD melorot sekitaran 0.5 % ke range 0.7335 dalam perdagangan hari Kamis ini 12/8/2021, susul pertambahan jumlah beberapa kota khusus yang berlakukan lockdown untuk membendung penebaran COVID-19.
Posisi lockdown di New South Wales semakin makin tambah meluas ke daerah disekitaran Sydney, cuman dalam perhitungan hari sesudah pengetatan lockdown di Melbourne dan Victoria. Ibu-kota Canberra mengawali penutupan kegiatan ekonomi dan limitasi sosial.
Kewenangan Canberra baru umumkan lockdown untuk tujuh hari di depan, tapi periode pemerlakukannya dapat diperpanjang berkali-kali bila jumlah kasus COVID-19 tidak alami pembaruan berarti.
Akhirnya, pasar makin mencemaskan imbas gelombang COVID-19 Delta pada outlook ekonomi Australia dan peraturan moneter RBA kedepan.
AUD mustahil menjaga kenaikannya di tengah-tengah keadaan COVID sekarang ini di Australia, kata Joseph Capurson, kepala ekonom internasional di Commonwealth Bank of Australia CBA.
Capurso mengingati jika spread obligasi pemerintahan Australia 10Y sempat melebar sesaat sampai -17 pangkalan point pada sesion Asia.
Dia dan teamnya sudah mengidentifikasi pengurangan spread obligasi Australia-AS ke bawah 0 sebagai factor yang bakal menggerakkan investor menjauhi pembelian dollar Australia.
Ahli taktik pasar obligasi CBA memprediksi pengurangan spread lebih berlanjut ke -0.25 % dalam bulan-bulan mencatatng; satu hal yang mempunyai potensi menggerakkan AUD/USD jatuh sampai 0.70 berdasar beberapa skenario yang dikaji oleh CBA.
Bermacam factor jadi artis penggerak pelemahan Aussie. Tidak cuma memburuknya keadaan wabah secara global, tetapi performa ekonomi AS yang unggul dan arah peraturan Federasi Reserve AS yang makin hawkish.
Outlook ekonomi Australia juga makin tidak pasti, hingga memudarkan keinginan untuk peralihan peraturan RBA dalam kurun waktu dekat.
Kami yakini ini akan bersambung sepanjang beberapa minggu kedepan, khususnya dengan keunggulan tindakan jual yang dibantu AS.
Karena peluasan lockdown Sydney, ketakutan sekitar wabah masih jadi konsentrasi menguasai dalam periode pendek.
Sekalian jadi pendorong valuasi pasar dan gerakan harga, dan terang sekali resiko-risiko ekonomi masih tetap cenderung ke bawah, tutur Damien McColough dari Westpac.
Untuk Australia, jalan keluar lockdown dan kecil-besarnya imbas pada kegiatan ekonomi tiba dari berapa cepat level vaksinasi bertambah, kata Phear Sam dari BofA Global Research, Bila akselerasi pergerakan vaksinasi sekarang ini bisa dipertahankan.
Karena 70 % bisa terwujud pada tengah November. Tetapi, tiap negara sisi mempunyai level berbeda untuk longgarkan limitasi, hingga pembukaan kegiatan ekonomi bisa saja tidak rata.






