
Di tengah berjalannya pasar perdagangan forex sesi Eropa hari Kamis (3/3/2022), posisi dari mata uang poundsterling dalam pair GBP/USD sedang terkoreksi cukup tajam menuju ke kisaran area support harian.
Mata uang Poundsterling sendiri telah terdepresiasi di bawah area harga $1,34, tidak jauh dari level paling terendah dalam sepuluh minggu terakhir di harga $1,327 yang berhasil dicapai pada tanggal 2 Maret lalu, karena seluruh investor pasar memburu aset safe-haven di tengah meningkatnya konflik milite geopoliti di kawasan wilayah Ukraina.
Konflik Militer Rusia-Ukraina Masih Menjadi Momok Bagi GBP/USD
Sejumlah pasukan militer dari pihak Rusia telah dilaporkan mendekati kawasan Ibu Kota Kyiv, dengan pasukan dari Ukraina mencoba menahan garis hanya dalam jarak beberapa kilometer jauhnya dari titik pusat ibukota. Sementara itu, untuk kota pelabuhan utama Mariupol telah dilaporkan dikelilingi oleh banyak pasukan militer Rusia penyerang.
Indeks untuk mata uang dolar yang mampu menunjukkan kekuatan asli dari mata uang dolar AS terhadap seluruh banyak mata uang rival utamanya di pasar perdagangan uang Eropa menanjak cukup kuat sebagai aset yang dinilai safe haven setelah sempat terkoreksi cukup tipis sebelumnya.
Setelah itu akhirnya berhasil menguat, setelah pihak Jerome Powell menegaskan kembali bahwa lembaga bank sentral akan mencoba mengambil sejumlah pendekatan yang cukup terukur untuk coba menaikkan jumlah suku bunga meskipun ada berbagai ketidakpastian tentang konflik geopolitik Rusia-Ukraina.
Sementara itu, dari hasil laporan data sektor ekonomi di Inggris, data IHS Markit atau CIPS UK Services PMI teah direvisi lebih rendah menjadi sekitar 60,5 pada bulan Februari 2022, dari pembacaan awal yaitu 60,8 tetapi jauh di atas angka 54,1 pada bulan sebelumnya.
Seperit demikian untuk laporan hasil data dari IHS Markit/CIPS UK Composite PMI yang lebih rendah menjadi 59,9 pada bulan Februari 2022, dari perkiraan awal di angka 60,2 tetapi jauh di atas titik 54,2 pada akhir bulan sebelumnya.
Seluruh Investor forex rupanya akan mencoba untuk menilai bagaimana sejumlah eskalasi ketegangan dan dampak dari ekonominya dapat mengubah jalur untuk kenaikan jumlah tingkat suku bunga dari pihak BoE atau Bank of England dalam waktu dekat.
Dengan seluruh stakeholders atau pelaku psar dari pasar perdagangan uang saat ini sedang memperkirakan kenaikan jumlah suku bunga sebesar 25 basis poin dari pihak Bank of England atau BoE pada bulan Maret nanti. Hal ini akan memengaruhi pergerakan GBP/USD kedepannya.





