
Posisi mata uang dolar AS dalam indeks dolar pada pasar perdagangan forex sesi Asia hari Senin (28/2/2022) bergerak cukup positif menuju area resisten kuat hariannya ke posisi paling tertinggi dalam 19 bulan terakhir yang pernah dicapai pada pekan lalu. Terpantau terhadap semua mata uang rival utamanya juga alami sebuah penguatan oleh banyaknya permintaan terhadap aset yang safe haven.
Indeks untuk dolar melonjak sebesar 0,7% ke level paling tertinggi sejak bulan Juli 2020 lalu karena seluruh investor kembali khawatirkan sebuah pertempuran sengit yang berlanjut di konflik Rusia-Ukraina. Pejabat dari Ukraina akan bertemu dengan pihak delegasi dari negara Rusia di perbatasan negara Belarusia untuk pertemuan tanpa syarat, tetapi pihak Ukraina skeptis tentang pembicaraan tersebut.
Kenaikan Mata Uang Dolar AS Tergantung oleh Beberapa Hal
Beberapa Analis pasar perdagangan telah mengatakan bahwa sejauh mana kenaikan mata uang dolar akan tergantung pada lompatan lebih lanjut dalam sebuah volatilitas, ukuran sejumlah aksi jual di ekuitas global, dan juga hasil dari penilaian program pengetatan pihak bank sentral.
Pasar perdagangan sekarang sedang memperkirakan sebesar 95% adanya kemungkinan pihak Federal Reserve AS akan menaikkan jumlah suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan bulan Maret nanti, menurut alat dari Fedwatch CME, dengan peristiwa invasi telah mengakhiri spekulasi bahwa pihak The Fed akan melompat dengan jumlah basis 50. kenaikan secara mutlak.
Pihak ukraina cukup skeptis tentang pembicaraan tersebut bukan karena tanpa alasan. Pada dasarnya, pihak Ukraina menginginkan pembicaraan tersebut tidak diadakan di negara Belarus.
Sebelumnya, sejumlah negara-negara dari pihak G7 setuju untuk mengecualikan beberapa bank Rusia dari SWIFT dan mencoba menargetkan sejumlah sanksi baru untuk cadangan internasional pihak Bank Sentral Rusia.
Kemudian, disisi lain untuk indeks sentimen konsumen yang telah dirilis oleh pihak University of Michigan untuk bulan Februari naik menjadi sekitar 62,8 dari pembacaan awal berada di 61,7. Revisi ke atas cukup mengejutkan para ahli ekonom, yang mengharapkan pembacaan tidak akan direvisi.
Pada akhir pekan lalu mata uang dolar AS terjadi retreat di tengah rilis laporan hasil data yang cukup positif dari data pesanan baru untuk sejumlah barang tahan lama manufaktur Amerika Serikat meningkat lebih dari apa yang teah diharapkan di bulan Januari lalu, melonjak sebesar 1,6%, menurut laporan yang sudah dirilis oleh pihak Departemen Perdagangan pada hari Jumat lalu.


