Pasar Menanti Keputusan The Fed
idnfx (28/10/2026) – Market hari ini didominasi oleh kebijakan bank sentral, perkembangan inflasi, dan perubahan ekspektasi suku bunga. Dolar Amerika Serikat (USD) bertahan di dekat level tertinggi dua minggu, sementara dolar Selandia Baru (NZD) melemah setelah Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) mempertahankan suku bunga acuannya.
Di sisi lain, dolar Australia (AUD) mendapat dukungan dari data inflasi yang meningkat. Harga emas (XAU/USD) justru tertekan oleh kenaikan harga energi dan kekhawatiran bahwa suku bunga AS akan bertahan tinggi lebih lama.
1. Dolar AS Menanti Sinyal Kebijakan The Fed
Dolar AS menjadi salah satu fokus utama pasar menjelang keputusan Federal Reserve (The Fed). Pelaku pasar secara luas memperkirakan suku bunga tetap, tetapi perhatian tertuju pada pernyataan bank sentral mengenai kemungkinan perubahan kebijakan pada Desember.
Menurut laporan Reuters, indeks dolar AS berada di sekitar 102,40, sedangkan imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun mendekati 5%.
Kondisi tersebut berpotensi mendukung USD apabila ekspektasi suku bunga tinggi bertahan. Namun, arah dolar setelah pengumuman tetap bergantung pada isi pernyataan The Fed dan respons pasar.
2. NZD Melemah Setelah RBNZ Mempertahankan Suku Bunga
Dolar Selandia Baru mengalami tekanan setelah RBNZ mempertahankan suku bunga acuan atau Official Cash Rate (OCR) di 2,75%. Keputusan ini mengejutkan pasar karena sebagian besar ekonom yang disurvei Reuters sebelumnya memperkirakan kenaikan suku bunga.
NZD/USD sempat turun sekitar 1,7% hingga mencapai area 0,5583 sebelum sebagian kerugiannya pulih.
Keputusan tersebut menunjukkan bahwa ekspektasi pasar terhadap kebijakan bank sentral dapat memicu volatilitas besar ketika hasil aktual berbeda dari perkiraan. Untuk trader, NZD/USD dan AUD/NZD layak dipantau sambil menunggu konfirmasi arah harga.
3. Inflasi Australia Mendukung Dolar Australia
Data inflasi Australia untuk kuartal ketiga 2026 menunjukkan kenaikan sebesar 1,3%, dibandingkan 0,6% pada kuartal sebelumnya. Inflasi inti tahunan berdasarkan ukuran trimmed mean tercatat sekitar 3,6%, masih di atas target inflasi RBA.
Data tersebut meningkatkan perhatian pasar terhadap kemungkinan pengetatan kebijakan moneter Australia pada pertemuan berikutnya.
AUD/USD berpotensi memperoleh dukungan jika ekspektasi kenaikan suku bunga RBA menguat. Meski demikian, penguatan dolar AS dan perubahan sentimen risiko global dapat membatasi kenaikan AUD.
4. Harga Emas Tertekan Menjelang Keputusan The Fed
Harga emas turut menjadi perhatian dalam berita forex hari ini. Reuters melaporkan harga emas spot turun sekitar 0,7% menjadi US$4.030,20 per troy ounce pada perdagangan hari ini.
Kenaikan harga minyak memperbesar kekhawatiran inflasi dan dapat mendorong suku bunga bertahan tinggi lebih lama. Kondisi ini menjadi tekanan bagi emas karena emas tidak memberikan imbal hasil bunga.
Secara fundamental, XAU/USD berpotensi tetap tertekan apabila dolar AS dan imbal hasil obligasi meningkat. Namun, risiko geopolitik dan permintaan aset aman dapat memicu pembalikan harga.
5. Level Penting Perlu Dikonfirmasi
Dari sisi teknikal, trader perlu menggabungkan struktur harga, support dan resistance, serta momentum sebelum menentukan posisi.
- EUR/USD: perhatikan apakah harga mempertahankan struktur lower high dan lower low. Tekanan fundamental terhadap euro dan kekuatan dolar dapat mendukung skenario bearish, tetapi kondisi oversold berisiko memicu rebound.
- GBP/USD: amati reaksi harga di area support dan resistance terdekat. Arah selanjutnya akan dipengaruhi oleh pergerakan USD dan perkembangan ekonomi Inggris.
- USD/JPY: perhatikan respons harga di area resistensi psikologis, sekaligus risiko intervensi otoritas Jepang.
- AUD/USD: cari konfirmasi breakout atau retest yang sejalan dengan ekspektasi kebijakan RBA.
- NZD/USD: waspadai volatilitas lanjutan setelah kejutan keputusan RBNZ.
- XAU/USD: pantau hubungan harga emas dengan dolar AS, imbal hasil obligasi, dan perkembangan harga energi.
Level support dan resistance harus diperiksa menggunakan grafik broker atau platform perdagangan yang menyediakan data sesuai waktu dan instrumen. Tanpa konfirmasi harga terkini, angka teknikal spesifik tidak sebaiknya dianggap sebagai sinyal transaksi.
6. Kesimpulan
Secara keseluruhan, berita forex hari ini menunjukkan bahwa perbedaan ekspektasi kebijakan bank sentral menjadi penggerak utama pasar.
USD masih mendapat dukungan menjelang keputusan The Fed, NZD menghadapi tekanan setelah RBNZ menahan suku bunga, sedangkan AUD memperoleh dukungan dari inflasi Australia. Emas melemah di tengah kekhawatiran inflasi dan prospek suku bunga tinggi.
Pasangan yang layak masuk daftar pantauan adalah EUR/USD, GBP/USD, USD/JPY, AUD/USD, NZD/USD, dan XAU/USD. Trader sebaiknya menunggu konfirmasi teknikal dan memperhatikan volatilitas menjelang serta setelah pengumuman bank sentral.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif, bukan merupakan saran investasi atau sinyal trading. Perdagangan Forex melibatkan risiko tinggi yang mungkin tidak cocok untuk semua investor. Pastikan Anda memahami risiko yang terlibat sebelum melakukan transaksi.
– idnfx







