Beranda Berita AUD/USD Menguat Meski Dolar AS Stabil (21/10/2026)

AUD/USD Menguat Meski Dolar AS Stabil (21/10/2026)

2
0
AUD/USD, Dolar AS

idnfx (21/10/2026) – Pada hari ini GBP/USD dan AUD/USD mendapatkan dukungan dari faktor fundamental masing-masing, sementara Dolar AS bergerak relatif terbatas. Diantaranya rilis data inflasi Inggris, pernyataan pejabat bank sentral Australia, serta ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah.

Dolar Australia Menguat, Euro Menghadapi Tekanan

Dolar Australia menguat setelah Deputi Gubernur Reserve Bank of Australia, Andrew Hauser, menyatakan prospek inflasi terlihat memburuk secara material. Pernyataan tersebut meningkatkan perhatian pasar terhadap kemungkinan pengetatan kebijakan moneter lebih lanjut.

AUD/USD naik sekitar 0,41% ke US$0,7031 dalam laporan pasar Reuters. Hauser juga menegaskan bahwa bank sentral masih perlu mempertimbangkan keseimbangan antara pengendalian inflasi dan perlindungan pasar tenaga kerja.

Sementara itu, euro menghadapi tekanan akibat ketidakpastian politik di Prancis dan memburuknya prospek fiskal negara tersebut. Kekhawatiran ini turut memengaruhi persepsi investor terhadap mata uang tunggal Eropa.

Dolar AS Bergerak Terbatas

Indeks dolar AS (DXY) turun sekitar 0,14% ke 101,65 pada perdagangan hari ini, menurut laporan Reuters. Pelaku pasar mempertimbangkan risiko inflasi akibat kenaikan harga energi dan menantikan rapat Federal Reserve pada pekan berikutnya.

Ketidakpastian geopolitik turut memengaruhi permintaan dolar sebagai aset aman. Namun, arah dolar tetap bergantung pada perkembangan inflasi, imbal hasil obligasi, dan ekspektasi kebijakan moneter AS.

Pound Sterling Menguat Setelah Inflasi Inggris Naik

Pound sterling menguat setelah data menunjukkan inflasi tahunan Inggris naik menjadi 3,5% pada September 2026, dari 3,1% pada Agustus. Angka tersebut juga melampaui perkiraan ekonom sebesar 3,4%.

Data yang dirilis Office for National Statistics (ONS) itu memperkuat ekspektasi pasar terhadap kemungkinan kenaikan suku bunga Bank of England pada November. Pound tercatat naik sekitar 0,1% terhadap dolar AS ke US$1,339 dan menguat 0,2% terhadap euro ke 83,80 pence per euro.

Meski demikian, keputusan suku bunga tetap bergantung pada penilaian bank sentral terhadap inflasi dan kondisi ekonomi.

Yen Jepang dan Rupiah Tetap Menjadi Perhatian

Yen Jepang menguat tipis, dengan dolar AS berada di sekitar 158,12 yen dalam laporan Reuters. Komentar Deputi Gubernur Bank of Japan, Ryozo Himino, mengenai inflasi mendasar yang mendekati target 2% menjadi salah satu perhatian pelaku pasar.

Di Indonesia, Bank Indonesia mempertahankan suku bunga acuan BI-Rate pada 5,75%. Namun, suku bunga fasilitas simpanan dinaikkan 25 basis poin menjadi 5,00%, sedangkan suku bunga fasilitas pinjaman tetap 6,50%. Keputusan tersebut berlangsung ketika rupiah menghadapi tekanan di tengah gejolak pasar keuangan domestik.

Kesimpulan

Tiga faktor utama hari ini: inflasi, ekspektasi suku bunga, dan risiko geopolitik. Pound sterling memperoleh dukungan dari inflasi Inggris yang lebih tinggi dari perkiraan, sedangkan dolar Australia menguat setelah komentar hawkish dari pejabat RBA.

Dolar AS bergerak terbatas karena pelaku pasar menimbang risiko kenaikan inflasi energi dan menunggu petunjuk kebijakan Federal Reserve. Bagi trader, perkembangan data ekonomi dan pernyataan bank sentral tetap perlu dipantau sebelum mengambil keputusan transaksi.


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif, bukan merupakan saran investasi atau sinyal trading. Perdagangan Forex melibatkan risiko tinggi yang mungkin tidak cocok untuk semua investor. Pastikan Anda memahami risiko yang terlibat sebelum melakukan transaksi.

– idnfx

 

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses