Hasil riset Cambridge Econometrics itu tunjukkan kalau tiap-tiap hasil Brexit yang dianalisis juga akan tetaplah menyebabkan jelek untuk ekonomi UK, tetapi makin susah hasil akhir Brexit jadi makin kronis juga rusaknya ekonomi yang bisa diakibatkan.
Penilaian berdiri sendiri paling baru tentang akibat mungkin Brexit sudah mengungkap sejauh mana peluang resiko ekonomi, juga efeknya pada sumber daya manusia, yang dipertaruhkan pada saat perundingan penarikan UK dari Uni Eropa (UE).
Skenario Brexit yang tambah lebih lembut, seperti UK yang tetaplah di pasar tunggal tetapi meninggalkan perkumpulan pabean (custom union) sesudah masa transisi, yang di kenal dengan pilihan Norwegia, masih tetap bisa hasilkan 18. 000 pekerjaan yang lebih sedikit pada bidang konstruksi.
Satu diantara bidang kunci yang akan terserang akibat terburuk dalam skenario Brexit yang tanpa ada mencapai perjanjian perdagangan (no deal Brexit), yaitu service finansial serta profesional, tetapi keadaan itu juga dapat bermakna ada kehilangan 43. 000 pekerjaan pada bidang konstruksi dengan nasional.
Dalam skenario itu, mungkin saja ada juga kerugian berbentuk £18, 6 miliar dari output ekonomi serta kehilangan investasi sebesar £20 miliar.
Menurut analisa itu, yang pengerjaannya ditugaskan oleh Walikota London Sadiq Khan, satu Brexit keras (hard Brexit) bisa mengakibatkan pengurangan atau perkembangan yang tambah lebih rendah sepanjang satu dasa warsa atau lebih lama, dengan negara itu punya potensi kehilangan 500. 000 pekerjaan dalam skenario terburuk serta menyusutnya investasi nyaris £50 miliar pada tahun 2030 dari pada yang semestinya berlangsung.
Dalam masalah no deal Brexit, paling tidak juga akan menyusut 29. 000 pekerjaan pada tahun 2030 dari pada bila UK tetaplah ada di pasar tunggal serta perkumpulan pabean. Juga akan ada kehilangan 11. 000 pekerjaan di bidang sains serta tehnologi, pengurangan 5. 000 pekerjaan pada bidang konstruksi serta pengurangan 6. 000 pekerjaan di bidang kreatif London.
Analisa itu juga tunjukkan kalau ekonomi London juga akan alami penurunan dengan penting karena Brexit dari pada kota-kota di UK yang lain. Jadi contoh, output ekonomi di semua UK dapat rata-rata pada 3% serta 3, 3% pada tahun 2030 dari pada bila UK tetaplah ada dalam pasar tunggal serta perkumpulan pabean dibanding dengan pada 1, 9% serta 2, 1% di London. Pada akhirnya,
Bahkan untuk di wilayah London, masih ada sejumlah 87. 000 pekerjaan yang hilang serta ekonomi ibukota UK itu dapat 2 % lebih rendah pada tahun 2030 dari pada yang diprediksikan dibawah status quo.







