Pair mata uang USD/JPY pada pembukaan perdagangan sesi Eropa hari Kamis (24/2/2022) bergerak cukup lemah hingga menembus semua area posisi support kuat hariannya yang telah tertekan atas tingginya permintaan kuat safe haven. Terpantau mata uang yen Jepang bergerak cukup kuat ke posisi tertinggi 3 pekan terakhir sejak sesi Asia.
Yen Jepang Terangkat Karena Banyak Permintaan Aset Safe Haven
Yen sendiri telah terangkat oleh banyaknya permintaan safe-haven setelah presiden Rusia Vladimir Putin mengumumkan bahwa pihak Rusia akan meluncurkan operasi militer di Ukraina, dan memperingatkan sejumlah negara-negara lain bahwa setiap detail upaya untuk mengganggu tindakan dari Rusia akan mengarah pada sebuah konsekuensi yang belum pernah mereka lihat.
Diberitakan juga bahwa seluruh pasukan Rusia menembakkan beberapa rudal ke beberapa pusat kota Ukraina dan mendaratkan sejumlah pasukan di kawasan pantai selatannya. Hal ini cukup tak terdugaa, karena beberapa waktu lalu diberitakan Rusia menarik pasukannya serta akan diaannya pertemuan Biden-Putin.
Sementara itu, untuk tingkat inflasi inti Jepang melambat menjadi sebesar 0,2% pada bulan Januari, jauh dari ekspektasi dan tetap jauh di bawah target pihak bank sentral.
Salah satu Anggota dewan dari hak Bank of Japan Toyoaki Nakamura baru-baru ini telah menegaskan kembali bahwa BOJ akan berusaha mempertahankan kebijakan moneter dengan ultra-longgar demi untuk mendukung proses pemulihan ekonomi dan mencapai target inflasi sebesar 2%.
Indeks mata uang dolar yang menunjukkan kekuatan asli dolar AS terhadap banyak rival utama lainnya di pasar uang Eropa akhirnya menanjak setelah menguat di sesi global sebelumnya; melaju di antara mata uang euro yang tergelincir dan sebagai aset safe haven di antara kekhawatiran seluruh investor akan eskalasi serangan penuh Rusia ke pihak Ukraina.
Untuk secara analisa teknikal menurut sejumlah analis pasar perdagangan pair mata uang dolar AS terhadap Yen atau USD/JPY ini akan melemah, dan kini pair etrsebut berada di posisi harrga 114.67 yang berusaha mendaki kembali menuju ke posisi 115.11.
Jika pair mata uang dolar AS terhadap Yen Jepang tersebut berhasil tembus. maka akan melesat naik ke posisi area resisten lemah di kisaran harga 115.30 – 115.68. Namun apabila jika ternyata malah merosot kembali pada posisi titik 114.40 akan lanjut turun ke area support lainnya di kisaran harga 114.30 – 114.00.




