Lydia Idem Finkley yaitu contoh trader wanita yang berhasil pindah dari pasar modal ke pasar mata uang. Karena aktivitasnya di sosial media, Lydia bisa mengenalkan pendekatan trading kepunyaannya yang selalu menarik perhatian banyak trader dari sekian waktu.
Ia juga di kenal jadi satu diantara trader wanita berhasil di bagian forex, terutama untuk pair-pair Poundsterling. Dari demikian banyak mata uang di pasar forex, kenapa ia cuma membidik Sterling? Apa sajakah panduan serta taktik yang digunakannya untuk mencapai kesuksesan?
Sebelumnya menguraikan jawaban atas berbagai pertanyaan itu, mari kita mengetahui sosok Lydia Idem Finkley lebih dulu.
Bernagkat Dari Saham Ke Forex

Bila umumnya trading forex dinilai lebih berisiko tinggi serta dilihat sepele oleh trader saham, jadi tidak sekian perihal dengan sudut pandang dari Lydia Idem Finkley. Sebelumnya berpindah ke forex di tahun 2007, ia sudah berinvestasi di pasar saham sepanjang lebih dari 10 tahun.
Mengingat statusnya jadi trader wanita berhasil, mungkin saja Anda menduga bila argumen Lydia untuk berpindah dilandasi oleh perhitungan kesempatan serta resiko. Kenyataannya, hasrat Lydia untuk bermigrasi ke pasar forex murni dilatarbelakangi oleh kondisi.
Ya, Lydia mengakui kesusahan sesuaikan saat trading saham dengan aktivitas barunya sesudah berkeluarga. Karena jam pasar forex lebih fleksibel, ia jadi temukan jalan keluar pas untuk menangani kesulitannya. ” Mengasuh bayi buat saya serta suami saya terbangun selama malam. Jadi kami juga akan memakai hal tersebut untuk lihat chart pair-pair mata uang, ” sekian katanya.
Tidak diduga, perpindahan itu juga membawa titik terang dalam perubahan reputasi Lydia jadi trader wanita berhasil. Karena ia teratur membagikan analisis serta catatan tradingnya di account Twitter @faithmight, banyak trader mulai memerhatikan inspirasi serta taktik trading yang dipertunjukkannya.
Nama Lydia juga makin di kenal di beberapa media finansial jadi trader wanita yang layak memperoleh sorotan. Sampai sekarang ini, Lydia Idem Finkley sudah keluar jadi pembicara di FXStreet serta Benzinga, dan memperoleh pernyataan di FORBES Magazine serta CNNMoney.
Terkecuali repot trading di pasar forex, trader wanita berhasil yang dahulu meniti studi di jurusan manajemen serta pengetahuan computer ini aktif jadi penasehat, pendiri, serta investor di beberapa perusahaan startup. Satu diantara resolusi masa depannya sekarang ini yaitu memperluas jarak investasi ke lokasi Afrika.
Berhasil Datang Sebagai ” Burung Hantu ”

Karena rutinitas awalannya memakai keadaan susah tidur untuk trading forex, Lydia meningkatkan style trading swing yang mempertimbangkan gerakan harga di session Tokyo serta London. Karena ia tinggal di AS, session Tokyo aktif pada malam hari, serta session London di buka waktu awal hari.
Walau jadi trader yang saat aktifnya seperti burung hantu, Lydia sesungguhnya tidak tidur sampai larut malam semalam jemu. Ia juga akan tidur jam 8 petang serta bangun waktu larut malam, lalu aktif bertrading hingga anak-anaknya bangun pada pagi hari.
Satu diantara kesuksesan yang diraihnya dari saat trading malam hari berlangsung saat gempa bumi hebat menempa Jepang pada 2011 yang lalu.
Saat itu, Lydia yaitu satu dari trader AS yang masih tetap terbangun serta mempunyai tempat buy aktif untuk AUD. Pas sesudah berita gempa yang mulai bermunculan, Lydia segera mengamankan keuntungan, karena sadar bila bencana itu juga akan beresiko negatif pada Dolar Australia.
Benar saja, saat trader AS masuk dimuka session New York, akibat bencana sudah menghajar Aussie. Tidak butuh diterangkan, Anda tentu dapat memikirkan sendiri apa yang berlangsung bila Lydia tidak awas memonitor tempat trading di session Tokyo.







