Beranda Berita (01/10/2026) DXY: Dolar AS Menguat di Tengah Lonjakan Yield Treasury

(01/10/2026) DXY: Dolar AS Menguat di Tengah Lonjakan Yield Treasury

2
0
Dolar, dxy, treasury yield

idnfx (01/10/2026) – Pada hari ini market didominasi oleh penguatan dolar AS di tengah lonjakan imbal hasil obligasi pemerintah Amerika Serikat dan meningkatnya kekhawatiran inflasi global. Kondisi tersebut memberikan tekanan terhadap sejumlah mata uang utama, termasuk euro, pound sterling, dolar Australia, dan dolar Kanada.

Pergerakan pasar juga dipengaruhi oleh kenaikan harga minyak, risiko fiskal di Eropa, serta data manufaktur Amerika Serikat yang menunjukkan aktivitas ekonomi tetap ekspansif meski tekanan harga meningkat.

Dolar Menguat di Tengah Lonjakan Yield Treasury

Dolar AS menjadi salah satu fokus utama hari ini. Reuters melaporkan indeks dolar menguat sekitar 0,51%, sementara imbal hasil Treasury AS 10 tahun mencapai level tertinggi sejak 2002. Kenaikan yield tersebut meningkatkan daya tarik aset berdenominasi dolar.

Pada saat yang sama, pasar menghadapi tekanan dari harga minyak yang berada di atas US$100 per barel. Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi dan biaya pembiayaan global.

Menariknya, penguatan dolar terjadi meskipun data inflasi AS sebelumnya lebih lunak sehingga ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve sempat berkurang. Artinya, pergerakan yield obligasi dan kekhawatiran inflasi menjadi faktor penting.

EUR/USD Tertekan ke Level Terendah 17 Bulan

EUR/USD menjadi salah satu pasangan utama yang mengalami tekanan paling besar.

Euro sempat turun di bawah US$1,1215, level terendah sejak Mei 2025. Pada laporan Reuters, EUR/USD terakhir berada di sekitar US$1,1243, turun sekitar 0,77% pada perdagangan tersebut. Euro juga telah melemah hampir 2,5% sepanjang September.

Tekanan terhadap euro berasal dari kombinasi penguatan dolar, kenaikan yield obligasi, serta kekhawatiran fiskal di Prancis.

Situasi tersebut semakin penting setelah Eurostat kemudian melaporkan bahwa inflasi tahunan kawasan euro diperkirakan mencapai 3,8% pada September, naik dari 3,2% pada Agustus. Komponen energi menjadi penyumbang terbesar dengan kenaikan tahunan sebesar 18,8%.

Kondisi tersebut meningkatkan risiko bahwa tekanan inflasi akan bertahan lebih lama di kawasan euro.

GBP/USD Turun ke Level Terendah Tiga Bulan

Pound sterling juga berada di bawah tekanan. Sempat turun sekitar 0,5% hingga US$1,3193, GBP/USD mencapai level terendah dalam tiga bulan dan pertama kalinya menembus US$1,32 sejak akhir Juni. Reuters menyebut kekhawatiran terhadap harga minyak, inflasi, dan tingginya biaya pinjaman sebagai faktor utama yang menekan pound.

Tekanan terhadap pasar Inggris semakin terlihat dari yield obligasi pemerintah Inggris tenor 30 tahun yang menembus 6%, level yang belum terlihat sejak 1998. Kondisi tersebut menambah perhatian investor terhadap biaya pembiayaan pemerintah Inggris menjelang Autumn Budget.

Dengan demikian, pelemahan GBP/USD hari ini tidak hanya berkaitan dengan penguatan dolar AS, tetapi juga berasal dari meningkatnya kekhawatiran terhadap kondisi fiskal dan inflasi Inggris.

USD/JPY Bertahan di Sekitar Level 158

USD/JPY juga menjadi perhatian karena yen tetap berada di sekitar level yang lemah terhadap dolar AS.

Pada awal perdagangan Oktober, yen berada di sekitar 158 per dolar. Reuters mencatat pasar masih memperhatikan arah kebijakan Bank of Japan serta perkembangan inflasi Jepang.

Di sisi kebijakan moneter, Bank of Japan pada 1 Oktober menerbitkan Summary of Opinions dari pertemuan 17–18 September. Dokumen tersebut menunjukkan adanya pembahasan mengenai perkembangan ekonomi, inflasi, serta arah kebijakan moneter Jepang.

Karena itu, USD/JPY tetap memiliki risiko volatilitas tinggi. Penguatan dolar dan tingginya yield AS dapat mendukung USD/JPY, tetapi ekspektasi normalisasi kebijakan BOJ dapat memberikan dukungan terhadap yen.

AUD/USD Menyentuh Level Terendah Tiga Bulan

Dolar Australia juga turut melemah terhadap dolar AS.

AUD/USD turun ke sekitar US$0,6904, level terendah dalam tiga bulan. Tekanan terhadap AUD terjadi ketika kenaikan yield AS mengurangi keunggulan yield Australia, sementara penguatan dolar AS meningkatkan tekanan terhadap mata uang komoditas.

Pergerakan AUD juga perlu dilihat bersama kebijakan Reserve Bank of Australia yang sebelumnya menaikkan suku bunga. Namun, pada hari ini perhatian pasar lebih banyak tertuju pada penguatan dolar AS dan kondisi pasar obligasi global.

USD/CAD Naik, Dolar Kanada Dekati Level Terendah 18 Bulan

Dolar Kanada juga melemah terhadap greenback.

USD/CAD sempat mencapai 1,4263, level terlemah bagi dolar Kanada sejak April 2025. Setelah itu, pasangan tersebut berada di sekitar 1,4235 per dolar AS.

Menariknya, dolar Kanada masih berkinerja relatif lebih baik dibandingkan sejumlah mata uang G10 lainnya. Namun, penguatan dolar AS yang terjadi secara luas tetap memberikan tekanan terhadap CAD.

Harga minyak menjadi faktor penting bagi CAD karena Kanada merupakan salah satu negara eksportir energi utama. Namun, pada 1 Oktober kekuatan dolar AS dan kenaikan yield Treasury lebih dominan dalam menentukan arah USD/CAD.

Data ISM AS Menunjukkan Ekonomi Tetap Ekspansif

Salah satu data penting yang dirilis pada hari ini adalah ISM Manufacturing PMI September 2026.

Institute for Supply Management mencatat Manufacturing PMI berada di 54,5, turun tipis dari 54,6 pada Agustus. Meski turun, angka di atas 50 menunjukkan sektor manufaktur masih berada dalam fase ekspansi.

Yang lebih menarik adalah Prices Index yang meningkat menjadi 77,9, dari 71,1 pada Agustus. Sementara itu, New Orders naik menjadi 55,3 dan Employment meningkat menjadi 52,7.

Kombinasi aktivitas manufaktur yang masih ekspansif dan kenaikan tekanan harga dapat menjadi faktor yang mendukung yield obligasi AS, terutama karena pasar kembali memperhatikan risiko inflasi.

Kesimpulan

Secara keseluruhan, hari ini dolar menunjukkan dominasi terhadap sebagian besar mata uang utama.

Ringkasannya:

Major Pair Kondisi Faktor Utama
EUR/USD Bearish USD kuat, yield naik, risiko fiskal Eropa
GBP/USD Bearish Harga minyak, inflasi, yield gilt
USD/JPY Bullish Yield AS tinggi, yen masih lemah
AUD/USD Bearish USD kuat dan tekanan yield
USD/CAD Bullish Penguatan USD dan tekanan terhadap CAD

Tema utama hari ini adalah kenaikan yield obligasi AS, kekhawatiran inflasi, serta tingginya harga energi. Kondisi tersebut membuat dolar AS relatif lebih menarik dan menekan sejumlah major pairs.

Namun, perkembangan kebijakan bank sentral tetap perlu diwaspadai. Untuk USD/JPY, arah kebijakan Bank of Japan menjadi faktor penting, sedangkan EUR/USD dan GBP/USD masih sensitif terhadap perkembangan inflasi, fiskal, dan harga energi di Eropa.


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif, bukan merupakan saran investasi atau sinyal trading. Perdagangan Forex melibatkan risiko tinggi yang mungkin tidak cocok untuk semua investor. Pastikan Anda memahami risiko yang terlibat sebelum melakukan transaksi.

– idnfx

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses