Beranda Analisa Forex Laporan Penjualan Ritel Pengaruhi Outlook Ekonomi Inggris

Laporan Penjualan Ritel Pengaruhi Outlook Ekonomi Inggris

523
0
Union Flags and European Union flags fly near the Elizabeth Tower, housing the Big Ben bell, during the anti-Brexit 'People's March for Europe', in Parliament Square in central London, Britain September 9, 2017. REUTERS/Tolga Akmen

Beberapa laporan ekonomi Inggris yang diterbitkan minggu ini solid tunjukkan kapasitas lebih lemah dibanding perkiraan aktor pasar.

Tidak kecuali, data penjualan ritel untuk bulan Oktober yang baru dikeluarkan barusan sore. Perkembangan penjualan ritel bulanan Inggris cetak score negatif untuk kali pertamanya dalam satu tahun paling akhir.

Publikasi penjualan ritel tidak terlalu diacuhkan oleh Pound. Waktu berita dicatat pada awal session New York, tempat GBP/USD masih menjaga koalisi pada posisi 1.2845, sedang GBP/JPY mengambang di posisi 139.60.

Pada semasing pair, Pound masih kuat di posisi terkuat semenjak Mei 2019. Tetapi, laporan ritel sebetulnya menaruh tingkah negatif mengenai outlook perekonomian Inggris.

Data penjualan ritel menurun 0.1 %, walau sebenarnya perkiraan awal membanderol kenaikan 0.2 % MoM.

Perkembangan penjualan ritel tahunan juga pada akhirnya statis pada posisi 3.1 %, bukanlah naik jadi 3.7 % sesuai dengan keinginan pasar awalnya.

Laporan ritel, data ketenagakerjaan serta inflasi yang dikeluarkan di awal minggu, makin memperjelas signal jika perkembangan ekonomi Inggris tahun ini akan tumbuh dalam pergerakan paling lamban semenjak kritis keuangan satu dekade kemarin.

Beberapa ekonom mensinyalir warga cuma tunda pembelanjaan mereka ke musim potongan harga Black Friday, mendekati penyelenggaraan penentuan umum serta perayaan Natal bulan depan.

Tetapi, mereka cemas bila perlambatan ini adalah awal dari kemerosotan yang semakin besar.

Ini memberikan indikasi perkembangan berbelanja customer dapat melambat pada kuartal IV dari kuartal III yang sekitar 0.4 % QoQ, tegas Thomas Pugh.

Konsumen bisa cuma tunda pembelian mendekati potongan harga ‘Black Friday’ pada bulan November, yang susah dilukiskan dalam proses rekonsilasi musiman ONS.

Tetapi paling tidak beberapa pelemahan bulan kemarin bisa saja mencerminkan pelemahan di pasar tenaga kerja belakangan ini.

Pugh memberikan tambahan, Dengan makin berkurang orang kerja serta perkembangan upah melambat, customer bisa saja merasakan kurang semangat.

Keseluruhannya, makin jelas jika efek pada forecast perkembangan GDP kami pada 0.2 % Quarter-over-Quarter pada kuartal IV untuk meleset mengarah bawah.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses