idnfx (06/10/2026) – Meredanya tekanan di pasar obligasi Prancis serta penurunan imbal hasil Treasury AS menjadi katalis penguat bagi XAU/USD (emas) dan sejumlah major pairs seperti EUR/USD dan GBP/USD. Di sisi lain, USD/JPY masih bertahan di area tinggi karena yen tetap berada di bawah tekanan, meskipun Bank of Japan mulai memberikan sinyal bahwa kenaikan suku bunga berikutnya masih terbuka.
XAU/USD Menguat 0,7%
Pergerakan XAU/USD menjadi salah satu sorotan utama hari ini. Harga emas spot naik sekitar 0,7% menjadi US$4.168,33 per troy ounce, sedangkan kontrak futures emas Desember naik 0,7% menjadi US$4.187,10.
Penguatan emas didukung oleh pelemahan dolar AS dan penurunan yield Treasury setelah yield 10-year Treasury sebelumnya mencapai level tertinggi lebih dari dua dekade.
Selain faktor suku bunga, emas juga memperoleh dukungan dari permintaan aset safe haven di tengah kekhawatiran terhadap kondisi pasar obligasi Prancis dan meningkatnya perhatian investor terhadap pasar Treasury AS.
Pasar juga mulai menunggu risalah rapat Federal Reserve bulan September yang dijadwalkan dirilis pada 7 Oktober. Data CME FedWatch yang dikutip Reuters menunjukkan peluang kenaikan suku bunga Fed pada Oktober hanya sekitar 22%, sementara peluang kenaikan pada Desember berada di sekitar 84%.
Dolar AS Melemah, EUR/USD Rebound
Indeks dolar AS turun sekitar 0,32% menjadi 101,83, setelah sebelumnya mencapai level tertinggi sekitar 18 bulan. Pelemahan tersebut membantu mata uang utama melakukan rebound.
EUR/USD menjadi salah satu pasangan yang paling menonjol. Euro naik sekitar 0,35% ke US$1,126, setelah sehari sebelumnya menyentuh level terendah sejak Mei 2025 di US$1,116.
Penguatan euro terjadi setelah yield obligasi pemerintah Prancis turun dan kekhawatiran mengenai tekanan pasar obligasi zona euro sedikit mereda. Yield obligasi Prancis tenor 10 tahun turun sekitar 11,4 basis poin menjadi 4,7506%.
Meski demikian, risiko fiskal dan politik di Eropa masih menjadi faktor penting yang dapat membatasi penguatan euro.
GBP/USD Ikut Menguat
Pound sterling juga memperoleh keuntungan dari pelemahan dolar AS. Reuters mencatat GBP/USD naik sekitar 0,42% ke US$1,3275, bahkan sempat mencapai US$1,3283.
Dari sisi ekonomi Inggris, data terbaru menunjukkan sektor konstruksi masih mengalami kontraksi. Construction PMI September naik menjadi 46,1 dari 44,3, tetapi tetap berada di bawah level 50 yang menandakan kontraksi.
Dengan demikian, kenaikan GBP/USD lebih banyak didukung oleh faktor eksternal, terutama pelemahan dolar AS, dibandingkan perubahan fundamental ekonomi Inggris yang signifikan.
USD/JPY Tetap di Area Tinggi
Berbeda dengan EUR/USD dan GBP/USD, yen belum mendapatkan keuntungan berarti dari pelemahan dolar.
USD/JPY tercatat sekitar 158,08, naik sekitar 0,11% pada laporan Reuters.
Perhatian pasar tertuju pada Bank of Japan. Reuters melaporkan bahwa bank sentral Jepang dapat memberikan sinyal lebih lanjut mengenai kesiapan menaikkan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang karena inflasi yang mendasari semakin mendekati target 2%.
Gubernur BoJ Kazuo Ueda juga menekankan pentingnya menjaga inflasi yang mendasari tetap berada di sekitar target 2%.
Situasi ini membuat USD/JPY berada di persimpangan antara yield AS yang masih tinggi dan potensi kebijakan BoJ yang lebih hawkish.
USD/CAD Melemah setelah Data Perdagangan Kanada
Canadian dollar atau loonie menjadi salah satu mata uang yang menguat cukup jelas. USD/CAD turun setelah data menunjukkan surplus perdagangan Kanada pada Agustus melebar menjadi C$4,2 miliar, jauh di atas ekspektasi ekonom sebesar C$1,55 miliar.
Loonie menguat sekitar 0,3% ke C$1,4220 per dolar AS, setelah sehari sebelumnya menyentuh level terlemah dalam 18 bulan di C$1,4293.
Penurunan harga minyak menjadi salah satu faktor yang membatasi penguatan CAD. Namun pada sesi tersebut, data perdagangan Kanada dan pelemahan dolar AS memberikan dukungan tambahan bagi mata uang Kanada.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, hari ini market menunjukkan adanya koreksi terhadap penguatan dolar AS sebelumnya.
| Instrumen | Pergerakan utama | Katalis |
| XAU/USD | Naik 0,7% | USD melemah, yield Treasury turun, safe haven |
| EUR/USD | Naik 0,35% | Yield Prancis turun, USD melemah |
| GBP/USD | Naik 0,42% | Pelemahan USD |
| USD/JPY | Naik 0,11% | Yield AS masih tinggi, yen tertekan |
| USD/CAD | Turun sekitar 0,3% | Surplus perdagangan Kanada, USD melemah |
| DXY | Turun 0,32% | Koreksi setelah penguatan sebelumnya |
Fokus pasar selanjutnya adalah rilis FOMC minutes pada 7 Oktober 2026, yang dapat memberikan petunjuk mengenai arah kebijakan Federal Reserve dan menentukan momentum berikutnya bagi dolar AS serta XAU/USD. Federal Reserve sendiri menjadwalkan publikasi risalah rapat 15–16 September pada 7 Oktober.
Untuk XAU/USD, kombinasi dolar yang lebih lemah dan yield Treasury yang menurun menjadi katalis positif dalam jangka pendek. Namun, emas tetap menghadapi risiko dari suku bunga AS yang masih tinggi dan kemungkinan pengetatan Fed berikutnya.
Sementara itu, EUR/USD dan GBP/USD memperoleh ruang untuk rebound, sedangkan USD/JPY masih menghadapi tarik-menarik antara kekuatan yield AS dan potensi normalisasi kebijakan BoJ.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif, bukan merupakan saran investasi atau sinyal trading. Perdagangan Forex melibatkan risiko tinggi yang mungkin tidak cocok untuk semua investor. Pastikan Anda memahami risiko yang terlibat sebelum melakukan transaksi.
– idnfx







