idnfx (05/10/2026) – Awal pekan dibuka dengan dominasi kuat USD, tekanan terhadap euro (EUR/USD) akibat kekhawatiran fiskal Prancis, serta perubahan ekspektasi pasar terhadap kebijakan suku bunga Federal Reserve. Pergerakan sejumlah mata uang utama juga dipengaruhi oleh data ekonomi terbaru dari Amerika Serikat dan Eropa.
EUR/USD Tertekan Kekhawatiran Fiskal Prancis
EUR/USD menjadi salah satu pair dengan tekanan terbesar, sempat turun hingga sekitar 1,1160, level terendah dalam 17 bulan. Kekhawatiran utama berasal dari kondisi fiskal Prancis, tingginya utang pemerintah, serta ketidakpastian politik menjelang pemilu presiden 2027.
Tekanan terhadap obligasi pemerintah Prancis juga meningkatkan premi risiko dibandingkan obligasi Jerman. Kondisi tersebut memicu kekhawatiran bahwa tekanan pasar obligasi Prancis dapat menyebar ke pasar Eropa lainnya.
Meski demikian, fundamental ekonomi zona euro tidak sepenuhnya negatif. Data S&P Global menunjukkan Eurozone Services PMI September naik menjadi 53,0 dari 51,6, sementara Composite PMI meningkat menjadi 53,1, level tertinggi sejak April 2023.
Artinya, pelemahan EUR/USD lebih banyak mencerminkan risiko fiskal dan politik Prancis daripada semata-mata memburuknya aktivitas ekonomi zona euro.
Pound Sterling Mengungguli Euro
Pound sterling menunjukkan performa relatif lebih baik terhadap euro.
EUR/GBP turun sekitar 0,41% ke 0,8460, level terendah hampir tiga bulan. Pelemahan euro terutama disebabkan meningkatnya kekhawatiran mengenai kondisi fiskal Prancis.
Pada saat yang sama, perhatian investor terhadap disiplin fiskal Inggris dan ekspektasi kebijakan Bank of England turut memberikan dukungan terhadap sterling.
Namun, kekuatan pound perlu dilihat secara relatif. Sterling tidak sepenuhnya terbebas dari risiko karena pasar juga menantikan anggaran pemerintah Inggris pada 28 Oktober.
Dolar AS Menguat di Tengah Ketidakpastian Pasar
Dolar AS mengawali pekan ini dengan posisi kuat. Dollar Index sempat berada di sekitar 102,53, mendekati level tertinggi sejak April 2025.
Penguatan greenback terjadi meskipun data tenaga kerja AS yang dirilis sebelumnya membuat pasar mengurangi ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve pada Oktober. Namun, imbal hasil Treasury AS yang tetap tinggi memberikan dukungan terhadap dolar.
Perhatian pasar kemudian beralih ke data sektor jasa AS. Institute for Supply Management (ISM) melaporkan Services PMI September sebesar 54,9, turun dari 55,4 pada Agustus, tetapi masih menunjukkan ekspansi ekonomi karena berada di atas level 50.
Yang menjadi perhatian utama adalah Prices Index ISM yang naik menjadi 74,0 dari 72,6. Kenaikan tersebut menunjukkan tekanan harga yang masih kuat dan berpotensi menjadi pertimbangan penting bagi Federal Reserve dalam menentukan kebijakan moneter berikutnya.
USD/JPY Bergerak di Area 158
Pasangan USD/JPY tetap berada pada level tinggi hari ini. Data perdagangan menunjukkan USD/JPY bergerak dalam kisaran sekitar 157,44–158,30, dengan kurs penutupan sekitar 157,96 berdasarkan data historis pasar.
Reuters mencatat yen relatif stabil di sekitar 157,92 per dolar. Mata uang Jepang mendapat dukungan dari kekhawatiran intervensi serta meningkatnya perhatian terhadap kebijakan moneter Bank of Japan.
Dengan demikian, USD/JPY masih berada dalam area tinggi, tetapi penguatan dolar terhadap yen tidak berlangsung tanpa risiko koreksi.
Dolar Kanada Tertekan
Loonie juga mengalami tekanan. USD/CAD mencapai 1,4293, level terlemah bagi dolar Kanada dalam 18 bulan, sebelum berada di sekitar 1,4257. Salah satu faktor yang membebani CAD adalah kontraksi sektor jasa Kanada untuk bulan keempat berturut-turut.
Penguatan dolar AS secara luas juga memperbesar tekanan terhadap mata uang Kanada.
Kesimpulan
Pasar masih sangat sensitif terhadap perbedaan kebijakan moneter, risiko fiskal, dan imbal hasil obligasi. Dolar AS memperoleh dukungan dari tingginya yield Treasury dan tekanan harga dalam sektor jasa. Di sisi lain, euro menghadapi tekanan kuat akibat kekhawatiran fiskal dan politik Prancis.
Sementara itu, pound relatif lebih kuat terhadap euro, USD/JPY bertahan di area tinggi, dan dolar Kanada mencapai level terendah 18 bulan terhadap greenback.
Data ekonomi AS, komunikasi Federal Reserve, perkembangan obligasi Prancis, serta kebijakan bank sentral utama untuk menentukan arah mata uang berikutnya.
Ringkasan Sentimen
| Pasangan | Sentimen 5 Oktober 2026 | Faktor Utama |
| EUR/USD | Bearish | Risiko fiskal Prancis dan USD kuat |
| GBP/USD | Relatif stabil | Sterling didukung ekspektasi kebijakan BoE |
| USD/JPY | Bullish tetapi berisiko koreksi | Yield AS tinggi dan yen masih lemah |
| USD/CAD | Bullish | CAD tertekan oleh data domestik dan USD kuat |
| EUR/GBP | Bearish | Euro tertekan risiko fiskal Prancis |
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif, bukan merupakan saran investasi atau sinyal trading. Perdagangan Forex melibatkan risiko tinggi yang mungkin tidak cocok untuk semua investor. Pastikan Anda memahami risiko yang terlibat sebelum melakukan transaksi.
– idnfx







