Beranda Analisa Forex Laju GDB/USD Tertahan Bersama Lainching Laporan PMI Inggris

Laju GDB/USD Tertahan Bersama Lainching Laporan PMI Inggris

582
0

Pasangan GBP/USD terkunci di posisi 1.3333 pada awal session New York ini hari 16/12, menggagalkan kenaikan yang terwujud sepanjang session Asia serta Eropa.

Kemenangan partai Konservatif dalam pemilu Inggris masih menyokong ketertarikan beli Poundsterling di posisi tinggi, tapi perhatian pasar sudah berubah ke permasalahan ekonomi domestik Inggris serta perubahan rumor brexit seterusnya.

Ditambah lagi laporan IHS Markit paling baru mengenai data Purchasing Managers’ Index PMI menyedihkan.

Hasil perhitungan suara dalam pemilu Inggris tunjukkan partai Konservatif mencetak kemenangan mutlak sekitar 365 bangku parlemen 43.6%, sedang kelompok oposisi dari partai Labour kehilangan suport massa serta cuma mendapatkan 203 bangku 32.2%.

Pencapaian partai lain beruntun ialah SNP 48 bangku 3.9%, Liberal Demokrat 11 bangku 11.6%, DUP 8 bangku 0.8%, Sinn Fein 7 bangku 0.6%, Plaid Cymru 4 bangku 0.5%, Green Party 1 bangku 2.7%, partai Brexit 0 2%, UKIP 0 0.1%, dan sebagainya 3 bangku 2%.

Kemenangan partai Konservatif itu diterima baik oleh aktor pasar. Poundsterling sempat juga muncul pada semua mata uang mayor dalam perdagangan hari ini.

sesudah UK Chief Secretary to the Treasury Rishi Sunak menjelaskan jika pemerintah merencanakan ajukan perancangan legislasi Withdrawal Agreement Bill ke Parlemen Inggris untuk diratifikasi sebelum libur Natal.

Beberapa berita ini menumbuhkan keinginan untuk realisasi brexit sesuai dengan deadline 30 Januari 2020.

Dengan kemenangan mutlak Konservatif, pasar Inggris seharusnya mengubah konsentrasi secara cepat ke negosiasi dagang Inggris Uni Eropa akan datang serta prioritas budget pemerintah.

Sterling punyai ruangan untuk terus bertambah, tulis Audrey Childe-Freeman serta Team Craighead, ahli taktik di Bloomberg Intelligence.

Meskipun begitu, beberapa analis lain pilih untuk melihat potensial brexit ke depan lebih skeptis.

Permasalahannya, ada peluang PM Boris Johnson serta Uni Eropa akan membahas persetujuan dagang saat brexit yang lebih anti-pasar.

Dalam kata lain, cuma efek No-Deal Brexit saja yang menghilang, sedang efek Hard Brexit justru bertambah.

Pemilu Inggris sudah sediakan jalan yang lebih jelas ke arah satu resolusi brexit serta kebijaksanaan fiskal yang lebih longgar, hal mana seharusnya menggerakkan kegiatan ekonomi serta mengangkat yield Gilt, ekuitas Inggris, serta Sterling.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses