Beranda Analisa Forex Laporan PMI Mengkhawatirkan Euro Reli

Laporan PMI Mengkhawatirkan Euro Reli

703
0

Pasangan EUR/USD menjaga penguatan harian seputar 0.2 % ke rata-rata 1.1150-an sampai awal session New York 16/12 tanpa ada suport data ekonomi domestik.

Indeks saham Stoxx600 bertahan dekat rekor paling tinggi baru pada posisi 416.60. Ketertarikan bullish ini disangga oleh dua rumor yang sedang ramai dibicarakan, yakni mengenai persetujuan dagang AS-China fase-1 serta kemenangan partai Konservatif dalam pemilu Inggris.

Kemenangan mutlak partai Konservatif dalam pemilu Inggris minggu lalu tidak cuma menggerakkan reli Poundsterling, tetapi Euro.

Dengan kemenangan itu, PM Boris Johnson diinginkan dapat menyelesaikan perundingan brexit dengan Uni Eropa serta sampai satu persetujuan perdagangan pasca-brexit yang memberikan keuntungan kedua pihak.

Selain itu, persetujuan dagang AS-China fase-1 hembuskan kelegaan di pikiran investor Zone Euro.

Perekonomian beberapa negara penting Zone Euro yang berbasiskan export sudah terpukul oleh perang dagang ke-2 negara adidaya itu, hingga tercapainya persetujuan juga turut melakukan perbaikan outlook ekonomi lokasi.

Lepas dari beberapa faktor yang berbentuk bullish itu, beberapa ketidakpastian di kuatirkan akan batasi kekuatan reli Euro.

Persetujuan dagang AS dengan China dipandang masih diwarnai ketidakpastian sebab belum di tandatangani dengan sah serta akan tempuh proses koreksi.

Beberapa faksi cemas kalau-kalau PM Boris Johnson akan berusaha keluarkan Inggris dari Uni Eropa dengan satu persetujuan yang cenderung hard brexit.

Diluar itu, data PMI paling baru tunjukkan jika pemulihan ekonomi Zone Euro masih tersendat-sendat.

IHS Markit menyampaikan kabar jika data PMI untuk bidang manufaktur Zone Euro roboh dari 46.9 jadi 45.9 pada bulan November 2019, gara-gara score PMI Prancis serta Jerman meleset dari harapan.

Data PMI Komposit Zone Euro sukses bertahan pada teritori 50.6 karena perbaikan kapasitas bidang layanan, tapi angkanya telah statis pada posisi yang sama sepanjang tig bulan berturut-turut.

Data menggenapkan kapasitas ekonomi kuartal paling lemah untuk lokasi 19-negara ini semenjak masa krisis 2013.

Chris Williamson dari IHS Markit mengutarakan, Kemunduran tajam bidang manufaktur Jerman meningkatkan kesempatan perekonomiannya berkontraksi sedikit pada kuartal ke empat.

Tapi Prancis nikmati kapasitas yang lebih kuat, sediakan suport penting untuk jaga perkembangan Zone Euro.

 

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses