Trader yang menggunakan software dengan setrategi trend-following mungkin tidak sering mendapatkan sinyal akhir-akhir ini, atau setrategi yang lebih dulu bisa jalan secara baik sekarang kurang profitable.
Pemicunya yakni volatilitas pasar yang relatif rendah. Bahkan turunnya volatilitas pasar forex sudah diindikasi sejak mulai awal tahun ini dari range rata-rata harian beberapa pasangan mata uang paling penting yang relatif turun.
Volatilitas yang tinggi memang meningkatkan tingkat peluang, tetapi kesempatan untuk entry akan semakin besar.
Naiknya volatilitas akan menyebabkan fluktuasi harga semakin tinggi sampai trader bisa pastikan risk/penghargaan ratio yang makin besar searah dengan range trading yang makin besar.
Untuk trader periode menengah dan panjang semakin mudah hadapi sentimen dan pergerakan harga pada volatilitas pasar yang tinggi.

Untuk scalper atau trader harian yang mengincar jumlahnya trade /hari volatilitas yang tinggi, bertambah untungkan sebab dalam periode pendek, fluktuasi arah pergerakan harga akan relatif lebih mudah direncanakan.
Diluar itu, algoritma trading untuk kondisi pasar dengan volatilitas rendah berbeda dengan volatilitas tinggi.
Algoritma trading yakni proses systematis yang diimbangi untuk entry dan exit, yang sesuai setrategi dan ide trading. Waktu volatilitas berubah, trader seharusnya cocokkan setrategi tradingnya.
Volatilitas pasar forex yang rendah akhir-akhir ini lebih karena oleh bertambahnya peluang geopolitik di beberapa negara yang menyeret AS, Russia dan Uni Eropa, serta potensial perubahan ekonomi global yang relatif turun.
Deflasi telah menyerang tempat Euro dan Jepang sekejap Inggris dan AS tetap menggerakkan program stimulus faedah tingkatkan perubahan.
Rendahnya volatilitas pasar bisa dilihat dari range rata-rata harian EUR/USD, yang yakni pasangan mata uang dengan volume trading harian paling atas:

Menyimak pergantian akhir-akhir ini, kelihatannya volatilitas pasar akan naik pada beberapa bulan mendatang.
Program stimulus The Fed akan sesegera usai dan suku bunga akan sesegera naik, demikian pula Bank of England BoE yang merencanakan kenaikan suku bunga walaupun tetap diperdebatkan.
Suku bunga akan mengakibatkan sentimen berani ambil risiko risk appetite beberapa investor forex. Dan bila sentimen itu sudah terpicu, jadi aktor pasar akan ramai-ramai kembali bertindak jual-beli.

Dalam soal seperti ini, seperti volatilitas, kebijaksanaan bank sentra sebenarnya seperti pedang bermata dua juga.
Tidak ada berita, jadi volatilitas pupus dan peluang untuk mendapatkan keuntungan akan sulit dicari tetapi jika berita keluar dan volatilitas bangun meninggi, jadi banyak peluang terbuka bertepatan dengan bertambahnya risiko trading.







