Harga Emas bergerak turun cukup tajam pada hari Rabu, sebab terpicu oleh kenaikan dari imbal hasil Treasury Amerika Serikat menyusul gelombang pertama untuk sanksi AS dan Eropa terhadap negara Rusia karena mengirim sejumlah pasukan ke kawasan separatis di Ukraina timur.
Terpantau harga dari komoditas emas spot turun sebesar 0,1% pada $1,895,71 per ons, setelah mampu mencapai level tertingginya sejak tanggal 1 Juni lalu di harga $1,913,89 per ons pada hari Selasa lalu.
Harga emas berjangka turun tipis
Harga dari emas yang berjangka AS turun sebesar 0,48% menjadi seharga $1,898,30.
PIhak negara Amerika Serikat, Uni Eropa dan juga Inggris mengumumkan sejumlah rencana mereka untuk menargetkan beberapa sanksi bagi bank dan keluarga elit Rusia dan Jerman menghentikan sebuah proyek pipa gas besar dari negara Rusia, yang mereka anggap pihak Rusia telah mengumpulkan lebih dari 150.000 pasukan tentara di dekat perbatasan separatis Ukraina Timur. Moskow sendiri telah membantah untuk merencanakan invasi.
Tindakan yang diambil oleh pemerintahan AS Joe Biden pada hari Selasa kemarin dan mungkin akan segera diambil untuk mencoba menghukum sektor ekonomi pihak Rusia atas percobaan agresi militernya di Ukraina tidak dimaksudkan untuk memukul sejumlah pasar energi global, kata salah seorang pejabat senior dari Departemen Luar Negeri AS.
Imbal hasil untuk Treasury Amerika Serikat beringsut lebih tinggi pada hari Rabu. Dan tentunya, perkembangan Imbal hasil tersebut akan memengaruhi pasar perdagangan juga.
Presiden pihak The Fed St Louis James Bullard telah menjadi salah satu suara utma paling hawkish di Federal Reserve dalam jangka waktu beberapa bulan terakhir, mendorong kenaikan jumlah suku bunga senilai sebesar 100 basis poin untuk selama tiga pertemuan berikutnya.
Harga komoditas lain, seperti perak spot naik sebesar 0,2% pada $24,13 per ons, lalu platinum datar di harga $1.075,75 dan tetrakhir ada paladium naik sebesar 0,3% menjadi seharga $2,353,69.
Sejumlah analis pasar perdagangan telah memperkirakan bahwa harga emas dapat bergerak lebih lemah jika imbal hasil dari Treasury AS terus bergerak melesat naik. Juga pastinya akan tetap mencermati perkembangan dari krisis konflik geopolitik antara Ukraina-Rusia, yang saat ini terpantau cukup tenang, namun jika mampu meningkat lagi ketegangannya, akan dapat menyebabkan mengangkat harga dari komoditas emas.




