Euro turun ke posisi paling rendah 22-bulan pada dolar AS di hari Rabu sesudah kelihatan penurunan mengagetkan pada tanda penting pekerjaan ekonomi Jerman yang menyoroti ketidaksamaan pada data ekonomi di AS serta zone euro.
Kepribadian usaha Jerman lebih buruk pada bulan April, membenamkan keinginan untuk pemulihan kecil, sebab ketegangan perdagangan melukai industri ekonomi paling besar Eropa itu.
Euro selesai turun 0,68% jadi $1,1152, posisi paling rendah semenjak Juni 2017. Mata uang bersama dengan zone euro itu mencatatkan kecepatan penurunan sehari terburuk dalam seputar tujuh minggu paling akhir.
Dolar AS bernasib baik dalam beberapa minggu paling akhir di dukung oleh data yang positif. Karl Schamotta, direktur taktik valuta asing serta produk tersusun di Cambridge Global Payments, menerangkan dolar AS memenangi pertandingan tetapi belum pasti mendasar AS lebih baik dengan menegangkan atau situasi apapun semacam itu.
Walau demikian, menurut dia dengan relatif pasar AS kelihatan seperti tempat menarik untuk memarkir modal. DXY, yang mengukur mata uang AS vs enam lawan penting, selesai naik 0,566% di 97,78, paling tinggi semenjak Juni 2017 data MetaTrader.
Seterusnya beberapa investor serta trader akan memonitor data produk domestik bruto AS di hari Jumat untuk tiga bulan pertama tahun 2019, untuk lihat pertanda apa AS masih lebih kuat dari ekonomi terpenting yang lain.
Dolar AS selesai kuat 0,3% pada yen Jepang, mendekati publikasi rangkuman serta ketetapan di hari Kamis dari pertemuan peninjauan tingkat suku bunga dimana bank sentra Jepang dengan luas direncanakan akan mengawasi kebijaksanaan moneternya masih konstan.
Di hari Rabu, dolar Australia memasuki sesi penutupan turun 1,25% di $0,7011 sesudah angka inflasi Australia yang lebih lemah dari prediksi tingkatkan prospek menurunnya suku bunga.
Selain itu mata uang Amerika Latin dengan luas melemah pada dolar AS, dengan peso Argentina turun ke posisi paling rendah dalam melebei dua minggu.







