Pasangan mata uang AUD/USD tersuruk di rata-rata 0.6460-an dalam perdagangan hari Jumat ini 15/5. Sentimen risk-off muncul serta berimbas negatif buat Aussie.
Keadaan ini terkait dengan launching data ekonomi China yang menyedihkan serta eskalasi perselisihan dagang AS-China yang kembali lagi muncul.
Eskalasi Tekanan AS-China Mendesak Dolar Australia
Di hari Kamis malam, Presiden AS Donald Trump mengemukakan pada media jika faksinya benar-benar sedih pada China berkaitan COVID-19.
Sesuai dengan kekesalan itu, dia tengah memperhitungkan sangsi dagang baru atau serta memutuskan rekanan dengan China. Tanggapan Trump ini langsung memporak-porandakan bursa saham AS.
Selain itu, rangkaian data paling baru dari China memvisualisasikan pemulihan ekonomi yang kurang memberi kepuasan.
Data produksi industri bertambah 3.9 % Year-on-Year pada bulan April, lebih bagus daripada perkiraan pasar yang cuma 1.5 %.
Tetapi, data pemasaran ritel tertera -7.5 % Year-on-Year, atau bisa lebih rendah dari perkiraan yang sebesar -7.0 %. Investasi asset masih tertera -10.3 % Year-on-Year versi perkiraan -10.0 %.
China adalah salah satunya tujuan export penting Australia. Di lain sisi, Dolar Australia diketahui peka pada perkembangan sentimen pasar global. Ke-2 unsur ini membuat outlook Aussie turut muram.
Kemampuan USD sekarang ini serta data ekonomi China yang bermacam sudah memberatkan AUD. Ada efek AUD jatuh makin jauh bila data pemasaran ritel AS bulan April makin rendah dari harapan.
Kemampuan dalam data produksi industri China bulan April menguatkan hingga kita tidak melihat efek AUD jatuh kembali pada bawah 0.6000.
Keinginan China yang kuat untuk bijih besi menyokong harga komoditas Australia, kata Kim Mundy, seorang ahli taktik Commonwealth Bank of Australia CBA.
Daniel Been dari ANZ Bank menjelaskan makin jelas, Dengan ketertarikan efek ketat serta momen harga melonggar, perdagangan peluang masuk periode choppy.
Pasar sekarang kembali ke beberapa faktor yang makin lamban serta mempunyai potensi memandu perekonomian global keluar dari hibernasi atau mengutuk pasar efek untuk kehilangan arah.
Bagian positif buat pasar ialah beberapa negara kembali membuka ekonomi serta kebijaksanaan suport fiskal serta moneter selalu berjalan.
Bagian negatifnya ialah banyak negara melakukan tanpa ada menumpas COVID-19, hingga tempatkan kesehatan serta kepercayaan publik dalam bahaya ditengah-tengah proses normalisasi.
Efeknya ialah perkembangan akan lambat sesudah rebound awal, sebab rekrutmen kembali lagi serta imbal hasil investasi sembuh dengan pergerakan makin lamban dibandingkan harapan.







