Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Dolar Aussie Didera Badai Delta Dari Dalam Dan Luar Negeri

Dolar Aussie Didera Badai Delta Dari Dalam Dan Luar Negeri

444
0

Pasangan mata uang AUD/USD kuat tipis sekitaran 0.2 % dalam perdagangan ini hari 10/8/2021, namun tetap berkubang pada waktu paling rendah semenjak Desember 2020.

Aussie terbeban oleh prediksi pelambatan ekonomi China dan lockdown berkelanjutan dalam negeri Australia, yang mana ke-2 keadaan itu sama tercipta karena kegarangan COVID-19 variasi Delta.

Dolar Aussie Didera Badai Delta Dari Dalam dan Luar Negeri

China memberikan laporan munculnya 143 kasus COVID-19 baru di tanggal 9 Agustus.

Angka itu semakin tinggi dari 125 kasus yang terdaftar seharis awalnya, sekalian sebagai peningkatan jumlah kasus harian paling tinggi semenjak 20 Januari 2021.

Kewenangan di posisi menjelaskan jika kenaikan kasus ini kali disebabkan oleh variasi Delta yang lebih menyebar dibanding variasi SARS-COV-2 aslinya.

China sekarang mulai berlakukan limitasi perjalanan kembali. Sentimen investor bulan kemarin sudah lebih buruk karena pengetatan peraturan di bidang tehnologi, dan sekarang roboh kembali karena kekuatiran jika limitasi akan menyebabkan menghalangi perbaikan perekonomian.

Tidak disangsikan bahawa Australia dan New Zealand bisa menjadi negara G10 yang paling terimbas bila perkembangan China melamban.

Ke-2 nya benar-benar bergantung pada China sebagai pasar export mereka, kata Marshall Gittler, Kepala Penelitian Investasi di BDSwiss Holding Ltd, Dengan limitasi di China mulai menggigit kegiatan di situ, beberapa orang cemas mengenai efeknya untuk perkembangan global.

Beberapa perusahaan broker belakangan ini sudah turunkan perkiraan mereka untuk perkembangan China. Seorang trader di meja trading mata uang JP Morgan London memiliki pendapat. Pada tahapan ini, pengurangan prediksi perkembangan China belum berpengaruh berarti dengan prediksi kami menurun jadi 8.9% dari 9.1%.

Tapi ini terang sekali berasa seperti cerita yang pantas disorot.  anggap itu minimal bertanggungjawab beberapa dalam jeleknya performa mata uang antipodean.

Saat itu, penebaran COVID-19 variasi Delta mengobrak-abrik prediksi perkembangan Australia. New South Wales tempo hari menulis 356 kasus baru.

Angka itu semakin banyak dari 283 kasus satu hari awalnya, sekalian sebagai rekor paling tinggi semenjak permulaan gelombang COVID-19 Delta di bulan Juni.

Walau sebenarnya, negara sisi NSW sudah berlakukan lockdown ketat sepanjang beberapa minggu paling akhir.

Dolar Australia minggu kemarin sempat kuat karena bank sentra Australia RBA meremehkan kekuatan imbas lockdown dan masih tetap punya niat untuk meneruskan tapering atas program pembelian obligasinya. Tetapi, keadaan yang lebih buruk sudah membuat pasar meragukan keputusan itu.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses