Menyusul penurunan tajam di hari kamis, pada Jumat pagi dolar Selandia Baru terjatuh ke level paling rendah dalam lima bulan pada greenback yang menguat bersamaan berjalannya gagasan Presiden AS Donald Trump untuk memotong pajak dan menguat pada euro sesudah Bank Sentral Eropa (ECB) kemarin menyebutkan juga akan kurangi pembelian obligasi seperti yang diprediksikan sebagian besar pelaku pasar, namun masih tetap menjaga suara dovish.
Data MetaTrader yang dipakai tim FS88 Research Division tunjukkan pada sesi Kamis pasangan NZD/USD turun ke $0, 6833 serta ditutup negatif di $0, 6837 atau turun 0, 75 % dibanding dengan penutupan sesi sebelumnya.
Hari Jumat pagi waktu berita ini ditulis, NZD/USD yang menukik sampai menyentuh $0, 6818, level paling rendah sesi 11 Mei.
Kembali pada AS, walau ada perpecahan di badan Partai Republik, Dewan Perwakilan Rakyat AS pilih dengan hasil voting 216 : 212 untuk mengemukakan bikin biru aturan untuk tahun fiskal 2018, yang buka jalan untuk pemotongan pajak yang direncanakan Trump, dengan satu undang-undang pajak yang diinginkan bisa di setujui pada minggu depan.
Indeks Dolar AS sudah menguat ke level teratas tiga bulan disebabkan optimisme tentang pemotongan pajak itu serta spekulasi Trump juga akan pilih ketua Federal Reserve dari hawkish.
Sharon Zollner, ekonom senior ANZ Bank, menyebutkan kalau untuk dolar kiwi beban tetap masih ada dengan deskripsi teknikal yang dengan terang yang masih tunjukkan potensi bearish.
” Tapi daripada dinamika domestik, kami mengira beban datang dari dolar AS. Perkembangan reformasi pajak AS nampaknya sudah bekerja, tetapi banyak halangan yang perlu dilewati, ” kata Zollner.
Di AS, website Politico memberikan laporan kalau Trump sudah mempersempit seleksinya untuk ketua Fed yang baru yang disiapkan untuk menukar Janet Yellen, tersisa dua calon kuat yakni Gubernur Fed Jerome Powell serta ekonom Stanford University John Taylor, keduanya dipandang mempunyai potensi untuk menambah suku bunga lebih cepat dari pada yang mungkin saja Yellen kerjakan.
Disamping itu, ECB kemarin menyebutkan juga akan kurangi pembelian aset sebesar €30 miliar sebelumnya €60 miliar mulai bulan Januari tetapi menjaga tingkat suku bunga tidak berubah serta Presiden ECB Mario Draghi menyebutkan kalau tingkat stimulus moneter cukup besar yang masih dibutuhkan.
Pernyataan ECB itu sudah menyebabkan tindakan borong dolar AS hingga ikut membebani dolar Selandia Baru. Hari ini beberapa pelaku pasar forex juga akan memerhatikan data PDB AS pada jam 19. 30 WIB.







