Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Dolar Menguat, Perang Dagang Masih Memanas

Dolar Menguat, Perang Dagang Masih Memanas

2866
0

DXY naik hampir 0.1 % ke  98.09 dalam perdagangan session Asia ini hari 22/5. Tempatnya sekarang mantap di posisi paling tinggi sebulan dengan suport tingginya ketertarikan risk-off ditengah-tengah eskalasi perselisihan dagang di antara Amerika Serikat serta China.

 

Pada session New York, AS sudah memudahkan hukuman yang dijatuhkannya atas Huawei Technologies. Tetapi, aktor pasar masih meresahkan eskalasi perselisihan selanjutnya, sebab Presiden AS Donald Trump masih berusaha untuk tingkatkan bea import buat semua produk import dari China.

 

Beberapa ahli dari instansi keuangan terpenting dunia memeringatkan jika negosiasi dagang di antara AS serta China sudah selesai tanpa ada menghasilkan jalan keluar apa pun. Sepanjang belumlah ada persetujuan tersendiri di antara kedua-duanya, karena itu sentimen pasar akan ringkih.

 

Presiden AS Donald Trump memang sudah mensinyalkan kesiapannya untuk terlibat perbincangan langsung dengan Presiden China Xi Jinping bulan kedepan, tapi belumlah ada konfirmasi agenda pertemuan sah di antara kedua-duanya sampai sekarang ini.

 

Konflik perdagangan ini tidak teratasi dengan gampang, hingga ketertarikan risk-off  tidak hilang dengan saat itu juga. Saya anggap, sentimen pasar lebih mungkin lebih baik dikit demi sedikit, kata Ayako Sera, ahli taktik pasar dari Sumitomo Mitsui Trust Bank, pada Reuters.

 

Waktu berita dicatat, Dolar AS terpantau unggul pada sebagian besar mata uang mayor. Pasangan mata uang AUD/USD melemah 0.12 % ke posisi 0.6875, demikian juga NZD/USD terkoreksi sampai 0.6495.

 

EUR/USD tergelincir 0.1 % ke posisi 1.1155, walau gerakan pasar condong minim mendekati pemilu parlemen Uni Eropa akhir minggu ini. GBP/USD selip 0.05 % ke 1.2698 karena jeleknya citra pasar tentang kondisi politik Inggris serta gagasan brexit.

 

Greenback sudah sempat kuat juga pada Yen pada session Asia, sebab kenaikan yield obligasi pemerintah AS serta jeleknya launching data neraca dagang Jepang barusan pagi.

 

Export Jepang diadukan roboh 2.4 % Year-on-Year pada bulan April, memberikan indikasi semakin parahnya penurunan keinginan luar negeri. Meskipun begitu, USD/JPY selekasnya tergelincir ke  110.62 sebab masih tingginya ketertarikan pasar untuk beli mata uang safe haven Yen ditengah-tengah beberapa gejolak sekarang ini.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses