Trump kembali mengupdate kritiknya pada the Federal Reserve pada Sabtu 2/3 minggu tempo hari. Mencuplik Reuters, Trump mengatakan kebijaksanaan pengetatan moneter oleh bank sentra AS itu berperan pada penguatan dollar AS serta mengakibatkan kerusakan daya saing AS.
Kami mempunyai seorang di The Fed yang menyukai dollar begitu kuat, tutur Trump waktu pertemuan tahunan Conservative Political Action di Oxon Hill, Maryland.
Saya ingin dollar yang kuat, masih dolar yang bagus untuk negara kita, bukan dollar yang demikian kuat hingga menyusahkan kita punyai urusan dengan negara lainnya, tutur Trump.
Trump, yang jadikan ekonomi menjadi sisi terpenting dari basis politiknya sudah berkali-kali mengkritik Federal Reserve serta ketuanya Jerome Powell, sebab meningkatkan suku bunga.
Sesudah meningkatkan suku bunga 4x selama tahun kemarin, sekarang The Fed sudah menyaratkan untuk lebih bersabar untuk lakukan pengetatan kebijaksanaan moneter selanjutnya di dalam meningkatnya kecemasan mengenai prospek ekonomi di dalam volatiliats apsar keuangan, perlambatan ekonomi global serta perang dagang pada AS-China.
Kami mempunyai seorang di The Fed yang suka pada pengetatan kuantitatif. Kami ingin dollar yang kuat, tapi mari kita lebih logis, Trump.
Dapatkah Anda pikirkan bila kami tinggalkan tidak meningkatkan suku bunga… bila kami tidak lakukan pengetatan kuantitatif, ini akan mengakibatkan dollar sedikit lebih lemah.
Powell menjelaskan tidak akan dipengaruhi oleh desakan politik serta memberi pengakuan yang pasti mengenai independensi The Fed pada awal Januari waktu dia mengatakan tidak akan mengundurkan diri, bahkan juga bila Trump memintanya untuk mundur.
Perihal ini menyusul laporan pada pertengahan Desember jika Trump serta beberapa penasihatnya sudah mengulas pemecatan Powell sesudah The Fed meningkatkan suku bunga kembali.
Sekarang ini suku bunga utang overnight The Fed berada di posisi 2,25%-2,5%.






