idnfx (28/07/2026) – Pergerakan pasar forex awal pekan ini didominasi oleh dua faktor utama: meredanya ketegangan geopolitik dan aksi jual di sektor teknologi, serta penantian investor terhadap keputusan suku bunga bank sentral Amerika Serikat.
- Jeda Konflik AS-Iran: Keputusan Amerika Serikat untuk menahan sementara serangan terhadap Iran selama tiga malam berturut-turut telah meredakan kekhawatiran gangguan pasokan energi global. Hal ini memicu penurunan tajam pada harga minyak mentah, dengan Brent turun di bawah $90 per barel dan WTI anjlok sekitar 7%.
- Aksi Jual Saham Teknologi: Terjadi aksi jual besar-besaran ( sell-off ) pada saham semikonduktor dan kecerdasan buatan (AI) secara global yang memicu sentimen penghindaran risiko ( risk-off ). Indeks KOSPI Korea Selatan bahkan sempat anjlok hampir 11% akibat tekanan berat pada saham pembuat cip seperti Samsung dan SK Hynix, yang turut menyeret indeks Nasdaq di AS.
- Fokus pada FOMC The Fed: Menjelang pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) pada hari Rabu besok, para pelaku pasar cenderung bersikap sangat hati-hati. Dolar AS tetap memegang kendali dan mendapatkan dukungan kuat dari ketidakpastian mengenai keputusan arah suku bunga The Fed.
Kinerja Pasangan Mata Uang Forex Utama
Kekuatan Dolar AS (USD) yang ditopang oleh sikap kehati-hatian investor menjelang pertemuan The Fed membuat sebagian besar mata uang utama lainnya tertekan.
|
Pasangan |
Kondisi Terkini |
Analisis Pergerakan Harga |
|
EUR/USD |
Tertekan |
Sempat menyentuh level 1,1362 pada awal sesi Selasa, menyamai rekor terendah sejak awal bulan ini. |
|
USD/JPY |
Menguat |
Terpantau stabil dan bergerak naik di kisaran 163,75, pulih dari level terendah 163,33 pada hari Senin. |
|
GBP/USD |
Terbatas |
Bergerak konsolidasi ( sideways ) karena kekuatan fundamental USD menjelang rilis hasil rapat FOMC. |
|
USD/CHF |
Menguat Signifikan |
Franc Swiss anjlok menyentuh rekor terendah satu tahun terhadap USD menyusul rumor bahwa Swiss National Bank akan menahan suku bunga di angka nol hingga akhir 2027. |
Pergerakan Komoditas Utama
- Emas (XAU/USD): Harga emas ikut tertekan dan diperdagangkan di bawah level $4.050 akibat kuatnya posisi Dolar AS. Aset safe-haven ini berpotensi menghadapi tekanan lebih lanjut jika The Fed memberikan sinyal hawkish atau indikasi suku bunga tinggi yang lebih lama pada pengumuman besok.
- Minyak Mentah: Bergerak sangat bearish merespons jeda serangan AS-Iran di Timur Tengah. Berkurangnya ketegangan ini secara langsung menurunkan premi risiko geopolitik pada pasar minyak global.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif, bukan merupakan saran investasi atau sinyal trading. Perdagangan Forex melibatkan risiko tinggi yang mungkin tidak cocok untuk semua investor. Pastikan Anda memahami risiko yang terlibat sebelum melakukan transaksi.
– idnfx







