Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Dolar Australia Bisa Naik Hanya Dengan Cara Ini

Dolar Australia Bisa Naik Hanya Dengan Cara Ini

600
0

Kondisi dolar Australia saat ini sedang menurun, belum bisa beranjak dari tekanan Dolar AS yang semakin kuat dalam pekan ketiga. Hingga berita ini dirilis Rabu 09/Mei, pasangan AUD/USD saat ini berada diposisi 0. 7416. Dibandingkan dengan posisi dalam bulan April kemarin yang berhasil bergerak menguat, untuk pelemahan Aussie saat ini sudah mencapai 4 US cent.

 

Kondisi tersebut tidak hanya terjadi pada Greenback, dalam perdagangan hari ini Dolar Australia menurun terhadap mata uang yang lain Yen dan Dolar Kanada. Pasangan AUD/JPY menuurn dari posisi 81.700 ke level 81.72, sedang untuk pasangan AUD/CAD dalam perdagangan hari ini berada diposisi 0.9615, yang sebelumnya berada diposisi 0.9673.

 

Menurunnya dolar Australia saat ini bersamaan dengan menguatnya yield obligasi dari pemerintah AS, dari kebijakan Presiden AS Donald Trump yang akan menarik AS dari kerjasama bersama iran terkait program nuklir. Diluar itu, kebijakan dari RBA yang tidak ada planning dalam menambah suku bunga untuk jangka waktu dekat, kondisi tersebut membat Dolar Australia semakin menurun.

 

Pasar saat ini konsentrasi pada berita paling utama yang berkaitan kesepakatan nuklir pada AS serta Iran, dan hukuman ekonomi dengan Iran yang terjadi kemarin malam, ” catat ahli dari ANZ. Sesudah pernyataan kebijakan dari AS untuk akhiri kesepakatan itu diumumkan, semakin meenguatnya yield yang mencapai 1-2 basis point memang berimbas terhadap penguatan Dolar AS.

 

Dolar Australia Masih Tetap Menarik Untuk Investor Asing

 

Meski dalam kondisi tersebut dari pengamatan analis masih tetap melihat potensi dolar Australia yang akan kembali bergerak naik. Sesuai dari keterangan Elias Haddad, yang menyebutkan, dengan berbagai kebijakan dari negara Australia yang surplus, yang mengukur dengan perbandingan hutang dari GDP untuk saat ini sebesar 41. 9%, yang akan berkurang mencapai 19% saja.

 

Dibandingkan dengan sejumlah negara G20 yang lain yang masih memiliki jumlah hutang yang hampir 80% dari GDP, angka itu tentunya tambah baik.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses