Dalam perdagangan hari ini dolar AS terus bergerak menguat, bahkan saaat ini semakin merangkak hingga mencapai level tertinggi terhadap mata uang mayor yang lain Rabu 09/Mei.
Kebijakan dari Donald Trump yang telah menginformasikan terhadap kebijakan AS yang akan menarik kesepakan kerjasama dengan Iran yan terkait program nuklir, kondisi tersebut harga minyak bergerak naik diikuti dengan yield obligasi US Treasury yang terus menguat. Dalam sektor yang lain Dolar AS bergerak naik terhadap Yen ke High selama enam hari.
Perekonomian Iran saat ini juga lagi menurun dalam perdagangan tadi malam, Amerika Serikat yang mengambil keputusan untuk menarik diri dari perjanjian berkaitan program nuklir Iran. Presiden AS resmi menginformasikan pembatalan kesepakatan yang sudah digerakkan mulai sejak tahun 2015. Berarti, hukuman larangan ekonomi pada Iran juga akan kembali menurun. Menurut Donald Trump, hal tersebut bisa menghidari dari Iran dalam membuat bom nuklir.
Hari ini saya menginformasikan kalau Amerika Serikat juga akan menarik diri dari kesepakatan masalah nuklir Iran. Saya juga akan menandatangani memorandum kepresidenan pada rezim Iran, tegas Donald Trump yang diambil dari Reuters. Kami juga akan mulai mengambil keputusan ekonomi di level tertinggi , ” sambungnya.
Kesepakatan internasional yang sebelumnya sudah disepakati dari Barrack Obama sesuai keterangan dari Donald Trump tidak komplit, sebab tidak menyinggung problem program misil, kesibukan nuklir hingga 2025, dan ihwal perseteruan Yaman serta Suriah. Ketentuan Trump berkaitan hal semacam ini diprediksikan juga akan membuat pasar minyak bergejolak, serta akan meningkatkan potensi kemelut yang ada di Timur Tengah.
Yen yang biasanya berperan jadi mata uang safe haven waktu berlangsung potensi perseteruan seperti ini, belum juga tampak sukses menekan bull Dolar. Pasangana USD/JPY dalam perdagangan hari ini berada di level 109. 49, menguat sebesar 0. 45 % menjauhi dari level yang terendah 109. 01 hingga berita ini dirilis.
Hal ini dipengaruhi yield obligasi untuk jangkan panjang US Treasury sudah mencapai menjangkau puncak dalam dua minggu, berkenaan dengan semakin naiknya harga minyak. Dan penarikan diri AS dari kesepakatan ini memanglah sebagai proyek semakin melonjakkan harga minyak.






