Beranda Berita (13/05/2026) Dolar Mendominasi Pasca Lonjakan Inflasi PPI & CPI

(13/05/2026) Dolar Mendominasi Pasca Lonjakan Inflasi PPI & CPI

1
0
dolar, inflasi, ppi, cpi

idnfx (13/05/2026) – Pergerakan pasar valuta asing terus menunjukkan dinamika yang bergejolak. Kondisi forex hari ini secara mutlak didominasi oleh penguatan Dolar AS (USD) yang melibas mayoritas mata uang utama. Sentimen pasar bergeser drastis menyusul serangkaian rilis data ekonomi Amerika Serikat yang jauh lebih panas dari ekspektasi, memaksa para pelaku pasar untuk menata ulang strategi perdagangan mereka.

Bagi Anda yang aktif melakukan trading dengan mengandalkan analisis teknikal maupun fundamental, berikut adalah pemetaan sentimen dan pergerakan major pairs terbaru.

Mengapa Dolar AS Kembali Mendominasi?

Katalis utama di balik tekanan pada major pairs minggu ini adalah kejutan ganda dari data inflasi Amerika Serikat:

  1. Lonjakan CPI: Indeks Harga Konsumen (CPI) AS bulan April melesat ke 3,8% (YoY), melampaui proyeksi konsensus.
  2. Kejutan PPI: Mengikuti CPI, data Indeks Harga Produsen (PPI) yang rilis hari ini ikut melonjak tajam. PPI utama naik 1,4% secara bulanan (MoM) yang mendorong laju tahunan ke 6%. Sementara itu, PPI Inti naik signifikan ke angka 5,2% (YoY).

Angka inflasi yang masih persisten ini membuktikan bahwa tekanan harga belum mereda. Akibatnya, pasar mulai memangkas ekspektasi pelonggaran kebijakan dari Federal Reserve (The Fed) dalam waktu dekat. Skenario suku bunga higher for longer kembali menjadi narasi utama, mendorong imbal hasil obligasi pemerintah AS (Treasury yield) naik dan memberikan bahan bakar ekstra bagi Dolar AS.

Major Pairs

1. EUR/USD: Terjebak di Bawah Level Psikologis

Pasangan mata uang EUR/USD saat ini sedang berjuang mempertahankan pijakannya, melemah hingga di kisaran 1,1700 – 1,1705. Selain tertekan oleh permintaan USD yang meluas, pelemahan Euro juga dipicu oleh divergensi kebijakan antara Bank Sentral Eropa (ECB) dan The Fed.

Jika momentum bearish berlanjut dan level support di 1,1700 tertembus secara valid, harga berpotensi melanjutkan koreksi turun menuju area support berikutnya di 1,1680. Strategi Sell on Rally di dekat area resistance minor menjadi opsi yang cukup rasional.

2. GBP/USD: Tergelincir Ketidakpastian Domestik

Pound Sterling menjadi salah satu mata uang dengan kinerja terburuk hari ini. GBP/USD terpantau merosot hingga 1,3493 (turun sekitar 0,36%). Keperkasaan USD bukan satu-satunya penyebab; Pound juga diberatkan oleh ketidakpastian politik yang sedang membayangi Inggris saat ini serta melemahnya data pengeluaran konsumen UK.

Level psikologis 1,3500 kini beralih fungsi menjadi area resistance. Penurunan lanjutan dapat mencari pijakan support historis di bawah level 1,3450.

3. USD/JPY: Menanti Penembusan Resistance Kunci

Berlawanan dengan mata uang Eropa, pasangan USD/JPY tetap mempertahankan tren bullish dan diperdagangkan stabil di area 157,60. Pergerakan pasangan ini sangat sensitif terhadap selisih imbal hasil obligasi AS dan Jepang.

Secara teori, USD/JPY memiliki peluang kenaikan lanjutan, namun tertahan oleh resistance kuat di level 157,93 (titik tertinggi 6 Mei). Jika harga mampu menembus resistance tersebut dengan volume tinggi, reli bullish dapat berlanjut. Sebaliknya, penolakan di area ini berpotensi memicu pullback teknikal yang terbatas.

Insight Komoditas

  • Emas (XAU/USD): Tertekan oleh ekspektasi suku bunga tinggi, Emas gagal mempertahankan reli dan kini melayang di dekat zona USD 4.700 – 4.722 per troy ounce. Imbal hasil AS yang tinggi terus membatasi ruang gerak bullish pada aset tanpa bunga ini.
  • Minyak (Brent & WTI): Harga minyak justru melonjak signifikan. Minyak mentah Brent menembus USD 107,39 per barel, didorong oleh proposal balasan terkait ketegangan geopolitik yang memanas di kawasan Timur Tengah.

Disclaimer: Artikel ini disusun untuk tujuan informasional dan edukasi. Perdagangan valuta asing (Forex) memiliki risiko tinggi. Pastikan untuk selalu menerapkan manajemen risiko yang disiplin dalam setiap transaksi.

idnfx.com

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses