Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental Dolar AS Sedang Berada Ditengah Konflik Politik Inggris

Dolar AS Sedang Berada Ditengah Konflik Politik Inggris

637
0

Dolar AS kuat pada beberapa lawannya di hari Senin, dibantu oleh penurunan tajam serta mencolok yang dihadapi pound sterling.

 

Mata uang Inggris itu anjlok tempat paling rendah 21-bulan sesudah PM Inggris Theresa May menggagalkan pengambilan suara untuk persetujuan Brexit yang awal mulanya diskedulkan untuk diselenggarakan ini hari, tingkatkan ketidakpastian selanjutnya mengenai keluarnya negara itu dari Uni Eropa.

 

PM May menggagalkan pengambilan suara parlemen, menundanya sampai masa datang tiada info selanjutnya. Dia menggagalkan sebab cemas jika persetujuan itu akan tidak memperoleh jumlahnya nada yang dibutuhkan untuk lolos di parlemen, di dalam ketidaksepakatan diantara beberapa anggota parlemen Inggris tentang permasalahan perbatasan Irlandia alias backstop.

 

PM May berupaya untuk memberikan keyakinan parlemen jika ia akan mencari agunan hukum penambahan dari Uni Eropa jika permasalahan backstop cuma akan sesaat saat negosiasi di Brussels saat beberapa waktu ke depan.

 

Tapi anggota parlemen Uni Eropa cuma tunjukkan dikit kemauan untuk melunakkan sikap mereka, menyatakan kembali jika tidak ada negosiasi lagi buat persetujuan Brexit.

 

Kami akan tidak menegosiasikan kembali persetujuan itu, termasuk juga backstop, tapi kami siap untuk mengulas bagaimana memfasilitasi pengesahan Inggris. Bersamaan berlalunya waktu, kami akan mengulas persiapan kami untuk skenario Brexit tiada persetujuan, Tegas Donald Tusk.

 

Pasangan GBPUSD sudah sempat anjlok 1,98% sebelum selesai negatif 1,41% di $1,2562, pasangan EURUSD yang harus berakhir melemah ke 0,48% di $1,1356.

 

Dolar AS juga kuat pada safe haven yen sesudah sentimen resiko lebih baik. USDJPY selesai positif 0,63% di ¥113,19. Sedangkan dalam perdagangan sebelumnya dolar AS ada dibawah tekanan pada saat memasuki session perdagangan satu pekan ini.

 

Kondisi tersebut dipengaruhi harapan pasar jika Federal Reserve mungkin mengambil sikap yang kurang agresif pada pengetatan kebijaksanaan moneter untuk tahun kedepan di dalam ketidakpastian perdagangan serta perlambatan perkembangan global.

 

Ketetapan The Fed untuk hentikan atau kurangi alur menguatnya suku bunga dalam bulan Maret akan sesuai dengan peluang jika ketidakpastian berkaitan tarif import produk China yang akan tampak kembali di seputar akhir waktu tenggang atau konflik dagang AS dengan China dalam waktu 90 hari.

 

Pasar futures menunjukkan jika beberapa pedagang memprediksi bank sentra AS akan meningkatkan suku bunga utang sebesar seperempat point pada rapat kebijaksanaan 18-19 Desember jadi 2,25% sampai 2,50%, sebagai tandan naiknya suku bunga yang ke empat ditahun 2018.

 

Akan tetapi beberapa pedagang saat ini lihat kekuatan tidak lebih dari satu menguatnya suku bunga AS pada tahun 2019, turunkan prediksi mereka bulan lantas yakni dua kenaikan suku bunga.

 

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses