Beranda Analisa Forex Analisa Forex Fundamental BREXIT: May Tunda Voting Parlemen, Pasangan GBP/USD Tergelincir

BREXIT: May Tunda Voting Parlemen, Pasangan GBP/USD Tergelincir

743
0

PM Inggris Theresa Mei menginformasikan pada Senin tempo hari jika dia akan tunda pengambilan suara pada kesepakatan penarikan yang dinegosiasikannya bersama dengan Uni Eropa, dibanding melawan kerugian yang merusak di Parlemen yang akan meneror baik persetujuan Brexit serta keberlangsungan politiknya.

 

Bila kita maju serta membuat pengambilan suara besok, persetujuan akan tidak diterima dengan kemungkinan yang berarti, tutur May di House of Commons.

 

Kurang lebih 100 anggota dari Partai Konservatifnya sendiri sudah menyaratkan jika mereka akan memberi nada menentang vs Brexit vs May.

 

Kekalahan semacam itu akan susah buat perdana menteri untuk bertahan, sama seperti seperti peristiwa pada bulan Mei, yang tidak berhasil memenangi sebagian besar untuk Tories sesudah kampanye penentuan tahun 2017.

 

Karena itu, pada Senin di Parlemen, Mei justru pilih delay vote yang kemungkinan akan menjatuhkannya. Dengan begitu, dia perpanjang waktu jabatannya lumayan lama untuk memberinya peluang kembali dengan beberapa perunding Eropa.

 

Ia bersikukuh jika ia sudah merundingkan persetujuan Brexit terunggul, tapi ia sepakat untuk kembali pada Brussels minggu ini serta lakukan semua yang saya dapat untuk mengamankan agunan yang diperlukan Dewan ini untuk memperoleh persetujuan ini serta mengantar untuk rakyat Inggris.

 

Dengan tunda pengambilan suara, Mei ikut perpanjang ketidakpastian atas Brexit – apa, hadir Maret, ada kesepakatannya, tidak ada persetujuan ataukah tidak ada Brexit benar-benar. Pada berita mengenai kericuhan Brexit, poundsterling turun serta pasar saham di AS serta Eropa turun.

 

Retret May sedikit menolong arah di Brussels, serta belum juga jelas apakah yang dapat dipastikan Eropa bisa menawarkan untuk menentramkan beberapa kritikus domestiknya.

 

Beberapa pemimpin EU kesal oleh pertikaian domestik Inggris yang tidak ada habisnya. Sejumlah besar lihat Brexit menjadi luka yang diakibatkan sendiri, diperburuk oleh kepemimpinan yang tidak semangat. Serta mereka bertanya-tanya berapakah lama seperti perdana menteri yang lemah itu bisa menjaga kekuasaan.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses