Jika Melihat Regression Channel, trend forex telah bisa tampak jelas bentuk Channelnya. Bila terjadi Ascending Channel jadi bias yang berlangsung waktu itu tengah naik. Bila terjadi Descending Channel jadi bias yang berlangsung waktu itu tengah turun.
System trading yang seringkali dipakai pada Channel regresi yaitu Rejection Channel, yang menanti bebrapa tanda price action di Upperline atau Lowerline untuk menyebabkan entry. Untuk system Breakout Channel dapat juga dipakai disini, namun butuh konfirmasi yang tambah baik yang sebelumnya untuk meyakinkan validitas Breakout
Pitchfork Channel

Channel yang satu ini type perhitungannya jauh beda dengan Regression Channel. Channel yang dikenalkan oleh Andrew Pitchforf ini berprinsip pada Median Line sebagai batas diantara ke-2 garis Channel.
Pada saat menggambar Channel ini butuh ditetapkan yang sebelumnya 3 titik perlu. Titik pertama adalah titik higher high ketika trend kenaikan, serta lower low waktu trend tengah alami penurunan, Titik ke-2 adalah higher low waktu trend naik serta lower high waktu trend turun. Garis pertemuan pada titik satu serta 2 ini juga akan jadi nilai median pada channel ini.
Sama juga dengan Regression Channel, cuma dengan lihat bentuk Channel-nya saja, jadi trend forex telah bisa ditetapkan. Akurasinya juga termasuk baik bila dibanding trend Channel. System trading yang seringkali dipakai pada Channel ini biasanya yaitu Rejection Channel.
Keunggulan beda dari Pitchfork Channel yaitu tingkat fleksibilitasnya yang tinggi. Bila trend Channel umum disusun dari rangkaian higher high serta higher low, atau dengan menggunakan Regression Channel yang cuma memakai nilai high serta low disuatu saat, kita bisa merubah komponen penyusun Pitchfork sesuai sama keadaan market sekarang ini.
Terkecuali beberapa jenis yang mengharuskan Anda untuk menggambar Channel segera pada Chart. Ada juga Channel yang telah jadi tanda automatis. Channel-Channel ini keluar karena di rasa minimnya objektivitas waktu menggambar Channel dengan manual.
Donchian Channel

Dengan menggunakan channel ini didesain serta dipopulerkan dari Richard Donchian pada tahun 1960-1980. Dengan memakai Moving Average pada periode spesifik, Upperline serta Lowerline channel-nya dibuat dari susunan high serta low pasar. Jadi contoh, dipakai Sederhana Moving Average-20 dengan timeframe D1.
SMA-20 juga akan mengkalkulasi rata-rata harga sepanjang 20 hari kedepan jadi pembentuk Median Line-nya. Untuk Upperline-nya dipakai nilai high pasar sepanjang 20 hari itu. Sedang Lowerline-nya memakai nilai low pasar.
Karena sifatnya yang trend following, Donchian Channel seringkali memakai prinsip Breakout Channel supaya tempat entry bisa terinisiasi. Diluar itu, nilai periode yang dipakai juga tidak mesti terpaut pada 20.
Trader bebas memastikan periode yang menginginkan dipakai dan timeframe-nya. Cuma saja diinginkan untuk mengujinya yang sebelumnya pada market sebelumnya terjun segera ke pasar tanpa ada persiapan sekalipun.







