
GBP/USD kemarin (18/01) kembali diwarnai dengan kenaikan tajam. Dibuka pada level 1.3829 dan ditutup pada level 1.3892. sedangkan untuk pergerakan dari sesi asia hingga memasuki sesi eropa, harga sudah terlihat ingin turun lebih jauh, dengan terbentuknya “Double Top” pada level resistance 1.3944.
Double Top seperti ini menjadi indikasi kuat untuk memicu penurunan tajam yang dapat kita lihat dari histori-histori sebelumnya. Apalagi saat ini GBP/USD benar-benar sedang berada pada supply major daily, sehingga kesempatan pembalikan trend menjadi lebih besar.
Jika trend turun kembali tebentuk, tentu saja targetnya sangat jauh yaitu :
- Target pertama di level demand 1.3340 s/d 1.3298.
- Target kedua di level support 1.3218.
- Target maksimum di level 1.3080.
Target maksimum kita set pada level demand terakhir yang tercipta karena biasanya pada area demand seperti ini akan terjadi pullback yang lumayan jauh.
Jadi, untuk akhir pekan ini pun kita akan tetap berpihak pada seller dengan eksekusi order sell pad area supply di lower timeframe. Untuk lebih jelasnya, mari kita lihat Chart H1.

Dari gambar diatas, bisa kita lihat dengan jelas bahwa GBP/USD pada awal sesi New York sudah mengalami penurunan yang lumayan drastis dari level supply 1.3876 s/d 1.3943. dengan jelas bisa kita lihat skenario Double Top sudah terbentuk dengan sempurna, sehingga bisa kita ambil kesimpulan bahwa GBP/USD bakal mengalami penurunan tajam dari level ini.
Kita bisa entri sell sekarang jika memang dirasa sudah siap dengan resiko di level resistance 1.3943. stop loss bisa kita tempatkan sedikit diatas level resistance tersebut, sedangkan untuk take profit bisa kita taruh minimal pada level 1.3565. atau jika kita ingin memaksimalkan profit, kita hanya perlu set BEP+ jika harga sudah mengalami penurunan minimal 50 pips. Trailing juga dapat digunakan jika sekiranya akan ada pergerakan naik / pullback yang lumayan drastis.







