Beranda Analisa Forex (21/09/2026) DXY: USD/JPY Menguat Paska Kebijakan Hawkish The Fed

(21/09/2026) DXY: USD/JPY Menguat Paska Kebijakan Hawkish The Fed

3
0
USD/JPY. DXY

idnfx (21/09/2026) – Hari ini market didominasi oleh penguatan Indeks Dolar AS (DXY) menyusul langkah hawkish dari bank sentral utama. Federal Reserve secara bulat menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke level 3,75%-4%. Di sisi lain, Bank of Japan (BoJ) juga menaikkan suku bunga ke rekor tertinggi dalam 31 tahun di level 1,25%.

Indeks Dolar AS (DXY)

Kenaikan suku bunga The Fed memberikan katalis bullish yang kuat bagi Dolar AS. DXY berhasil menembus kembali ke atas moving average periode 50 dan 200, diperdagangkan menguat di kisaran 99,93 dan menyentuh level 100,40. Pergerakan ini mengembalikan tren bullish jangka pendek pasca koreksi bulan lalu, selama level support kunci di kisaran 99,10 tetap bertahan.

USD/JPY (Dolar AS / Yen Jepang)

Meskipun BoJ menaikkan suku bunga, ketiadaan forward guidance yang jelas terkait jadwal kenaikan suku bunga lanjutan memicu aksi ambil untung (profit taking) secara masif dari posisi long Yen. Selain itu, terjadi dorongan bullish yang sangat kuat pada pasangan ini, di mana Yen melemah melewati level 156 per Dolar AS pasca rilis kebijakan. Secara teknikal, bulls harus mampu menjaga harga di atas resistensi 158,50 untuk memastikan dominasi tren kenaikan secara penuh.

GBP/USD (Poundsterling / Dolar AS)

Divergensi kebijakan antara sikap hawkish The Fed dan respons netral dari Bank of England (BoE) pekan lalu memberikan tekanan jual yang berat pada Poundsterling.

Pasangan GBP/USD akhirnya menembus ke bawah level support keras di 1.3500 setelah tertahan dalam konsolidasi selama lebih dari setahun. Level psikologis 1.3400 kini berubah menjadi resistance utama yang dapat berfungsi sebagai titik entry short potensial jika harga ditolak di area tersebut.

EUR/USD (Euro / Dolar AS)

EUR/USD diperdagangkan di kisaran 1.149, turun cukup signifikan dari titik tingginya di 1.163 pada awal bulan ini. Tren turun masih memayungi pasangan ini di bawah tekanan Dolar yang solid.

Euro masih tertinggal secara fundamental karena langkah kenaikan suku bunga European Central Bank (ECB) sebelumnya belum mampu menyaingi imbal hasil dan permintaan pasar terhadap Dolar AS.

Kesimpulan

Momentum pasar saat ini menunjukkan bahwa Dolar AS sedang mengambil alih kendali jangka pendek. Volatilitas tinggi diperkirakan akan terus terpusat pada pasangan mata uang Yen dan Poundsterling seiring dengan penyesuaian arus modal investor terhadap pandangan suku bunga global yang baru.


Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif, bukan merupakan saran investasi atau sinyal trading. Perdagangan Forex melibatkan risiko tinggi yang mungkin tidak cocok untuk semua investor. Pastikan Anda memahami risiko yang terlibat sebelum melakukan transaksi.

idnfx

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses