DXY Bertahan
idnfx (13/02/2026) – Laporan inflasi AS (CPI) periode Januari 2026 yang dirilis Jumat ini memberikan gambaran yang kompleks bagi pelaku pasar forex. Meskipun data menunjukkan tren disinflasi yang berlanjut, reaksi pasar pada major pairs menunjukkan bahwa narasi “higher for longer” atau setidaknya ketidakpastian langkah The Fed masih mendominasi sentimen.
Paradoks Dolar AS (DXY): Inflasi Turun, Namun Rebound Terjadi
Data CPI tahunan (YoY) yang melandai ke angka 2,4% (di bawah ekspektasi 2,5%) seharusnya secara teoritis menekan Dolar AS. Namun, Indeks Dolar (DXY) justru menunjukkan kekuatan di area 96.95.
- Analisis Sektoral: Rebound ini didorong oleh dua faktor utama. Pertama, pasar tenaga kerja AS yang tetap solid (data awal pekan) membatasi ruang bagi Fed untuk melakukan pemangkasan bunga secara agresif. Kedua, sentimen politik terkait nominasi Kevin Warsh sebagai calon pimpinan bank sentral AS memberikan persepsi pasar akan kebijakan yang lebih mendukung stabilitas nilai tukar Dolar.
- Insight: Melandainya inflasi tidak serta-merta berarti pelemahan Dolar jika data ekonomi pendukung lainnya masih menunjukkan ketahanan (resilience).
Euro vs Poundsterling: Divergensi Kebijakan Eropa
Terjadi perbedaan performa yang kontras antara dua mata uang utama Eropa terhadap Dolar:
- EUR/USD (Bullish Resilience): Euro bertahan kuat di kisaran $1.1860. Dukungan utama berasal dari sikap Bank Sentral Eropa (ECB) yang tetap hawkish. Selama ECB mempertahankan retorika bahwa inflasi di Zona Euro memerlukan kebijakan ketat lebih lama dibandingkan AS, pasangan ini memiliki potensi untuk menguji level $1.1880.
- GBP/USD (Dovish Pressure): Sebaliknya, Poundsterling tertahan di $1.3610. Sikap Bank of England (BoE) yang cenderung menahan diri (pause) dan sinyal melunaknya kebijakan suku bunga membuat GBP tertinggal dari EUR dalam upaya memanfaatkan koreksi Dolar.
Yen Jepang: Volatilitas di Tengah Friksi Internal
USD/JPY berada dalam fase konsolidasi tinggi di kisaran 153.30 – 153.70. Terjadi tarik-menarik antara:
- Pernyataan dari lingkaran pemerintah (Penasihat Takaichi) yang tidak terburu-buru melakukan pengetatan moneter.
- Anggota dewan BoJ (Tamura) yang justru menyerukan normalisasi bunga sesegera mungkin.
- Insight: Yen saat ini sangat sensitif terhadap retorika pejabat domestik. Secara teknikal, Yen masih mencatatkan performa mingguan terbaiknya, menunjukkan adanya aliran safe-haven yang masuk secara bertahap.
AUD/USD: Tekanan Harga Komoditas
Dolar Australia terkoreksi ke level 0.7072. Penurunan harga minyak mentah hingga di bawah $63 per barel menjadi katalis negatif utama. Sebagai mata uang komoditas, AUD akan sulit menguat secara signifikan jika harga energi global terus mengalami tekanan, meskipun fundamental domestik Australia relatif stabil.
Kesimpulan Strategis
Pasar saat ini sedang berada dalam fase “pencarian arah” baru pasca-rilis CPI. Meskipun inflasi melandai, sentimen terhadap Dolar tetap terjaga karena faktor politik dan ketahanan ekonomi. Investor perlu mewaspadai pembukaan pasar minggu depan, di mana fokus akan beralih pada data manufaktur Inggris dan kelanjutan spekulasi kepemimpinan bank sentral AS.
Disclaimer: Artikel ini bersifat informatif, bukan merupakan saran investasi atau sinyal trading. Perdagangan Forex melibatkan risiko tinggi yang mungkin tidak cocok untuk semua investor. Pastikan Anda memahami risiko yang terlibat sebelum melakukan transaksi.







