Perdagangan session Asia 21/1 diwarnai oleh sentimen anti risiko yang cukup cepat, sebab timbulnya berita jika virus Korona yang barusan diketemukan di China bisa disebarkan antar manusia.
Berita itu menyebabkan kecemasan di mata beberapa aktor pasar saham. Mengakibatkan, bursa Hong Kong serta nilai ganti Yuan turun.
Di pasar mata uang, Aussie serta Kiwi menanggung derita penurunan karena berita yang sama. Dolar AS roboh hampir 0.3 % ke level paling rendah 109.88 pada Yen.
Walau urutan USD/JPY sudah naik ke level 109.96 pada awal session Eropa, tapi pasangan mata uang ini terus berkonsolidasi.
Waktu lalu, China temukan beberapa masalah yang dikarenakan oleh virus Corona misterius.
Pencarian pada sumber virus yang menyebabkan simtom seperti SARS itu berbuntut di pasar seafood di pusat kota Wuhan, ibukota propinsi Hubei. Oleh karena itu, virus awalannya disangka cuma ditransmisikan dari hewan ke manusia.
Dengan tidak tersangka, dua orang dari propinsi Guangdong diketemukan menanggung derita penyakit karena virus yang sama. Walau sebenarnya, mereka tidak bertempat atau berkunjung ke Wuhan.
Penyelidikan pada ke-2 masalah itu ungkap bukti baru jika mereka tertular oleh anggota keluarganya yang barusan berkunjung ke Wuhan.
Jumlahnya masalah karena virus yang sama juga makin meluas, serta sampai ke luar tepian China. Sampai sekarang, telah ada 218 masalah di seantero China serta 4 masalah di tiga negara lain.
Tidak pelak, kondisi ini memunculkan kecemasan pada peluang berlangsungnya wabah mematikan yang sama juga dengan tragedi SARS tahun 2002.
Takuya Kanda dari Gaitame.com Research Institute menjelaskan pada kantor berita Reuters, Bursa saham Hong Kong turun tajam pada pembukaan perdagangan hari ini.
Karena kecemasan mengenai virus ini, menyebabkan perdagangan menghindarkan efek yang tingkatkan keinginan pada Yen serta Obligasi AS.
Tetapi jumlahnya korban wafat sebab virus sampai sekarang rendah, jadi harapannya tidak akan ada kecemasan besar.
Selain itu, pengumuman kebijaksanaan bank sentra Jepang BoJ barusan pagi malah tidak menyebabkan gerakan apa saja dalam perdagangan Yen.
Bank sentra yang di pimpin oleh Haruhiko Kuroda itu menjaga kebijaksanaan moneter longgar, sesuai dengan harapan pasar.







