Pasangan USD/JPY tergelincir hampir 2% pada kisaran 106.00-an dalam perdagangan hari ini 16/3, walaupun bank sentral Jepang BoJ mengumumkan peluncuran stimulus moneter tambahan.
BoJ dianggap terlalu pelit dalam meluncurkan stimulus moneter dibanding Federal Reserve yang menaruh pengumuman yang sama beberapa jam lebih awal.
Dalam waktu kebijakan hari Senin ini, BoJ merilsi akan mempertahankan target suku bunga jangka pendek tetap pada -0.1 %.
Akan namun, mereka berjanji akan melakukan pembelian sejumla aset-aset berisiko misalnya ETF exchange-traded funds menggunakan laju lebih ekspansif.
Laju tahunan yang akan digunakan pembelian ETF dinaikkan sebagai 12 Triliun Yen, sedangkan untuk pembelian real estate trust funds J-REIT digandakan sebesar 180 miliar Yen dalam per tahun.
BoJ yang juga memilih dana tersendiri sebesar 2 Triliun Yen buat membeli sekuritas komersial dan obligasi korporasi.
BoJ akan melakukan langkah untuk pengurangan moneter tambahan yang dibutuhkan saja, tanpa ada keraguan dengan mata tertutup dalam efek epidemi virus Corona buat sementara ini, tutur pernyataan resmi BoJ.
Aktivitas ekonomi Jepang kemungkinan akan permanen lemah buat sementara ini, terutama dipengaruhi oleh wabah virus Corona. Setelah lepas dari kondisi itu, diekspektasikan akan balik ke tren perluasan secara moderat.
PM Shinzo Abe mengungkapkan pesan yang menyambut baik kebiajkan BoJ. Akan namun, bursa saham justru semakin kecewa. Indeks Nikkei 225 sebelumnya tergelincir sebesar 2 % dalam perdagangan sesi Asia.
Trader dan investor menduga keputusan BoJ terlalu hawkish, lantaran mereka jelas sanggup mengambil langkah lebih jauh.
Ditambah dengan adanya stimulus modern The Fed jauh lebih akbar secara komparatif, mencapai angka USD700 miliar, sehabis The Fed New York mengeluarkan USD1.5 Triliun via fasilitas repo memasuki pekan kemarin.
Masih terjadi bisa kemungkinan BoJ akan merilis pengurangan moneter lagi pada beberapa ketika mendatang. Namun, ada pula perkiraan BoJ baru akan melakukan bila muncul risiko apresiasi Yen dengan berlebihan.
Haruhiko Kuroda Gubernur BoJ menyampaikan pada konferensi pers sebagai launching ini ketika bank sentral kemungkinan efek dari virus akan berlanjut untuk interim waktu.
Oleh karena itu, beliau berprinsip, Ada virus Corona ataupun tidak, jika terdapat tekanan atas perekonomian dan harga, kami akan dipertimbangkan berapa jumlah moneter tambahan buat menghadapinya.






